Pelatih Villarreal Unai Emery mengaku menikmati kemenangan atas Manchester United di final Liga Europa, apalagi keberhasilan tersebut menggaransi tempat timnya di babak grup Liga Champions musim depan.
Berhadapan dengan United di PGE Arena, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5) dini hari WIB tadi, Villarreal arahan Emery sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Gerard Moreno di menit ke-29.
United pimpinan Ole Gunnar Solskjaer menyamakannya di awal babak kedua melalui sontekan Edinson Cavani dari jarak dekat, dengan pertandingan kemudian diteruskan hingga babak tambahan waktu dan adu penalti lantaran tidak ada gol lainnya yang tercipta.
Di momen tos-tosan tersebut, Villarreal keluar sebagai pemenang setelah 11 penendang sukses menjalankan tugasnya, sedangkan United menemui kegagalan seusai sepakan David de Gea dimentahkan kiper Geronimo Rulli.
Seusai laga, Emery kepada laman resmi UEFA mengatakan: “Saya sangat senang. Para pemain ini telah bekerja sangat keras di sepanjang musim, juga presiden, pemilik klub dan pimpinan.
“Kami sangat bangga pada Villarreal. Saya pikir kami pantas juara. Manchester United [mendominasi] namun kami bermain sangat kompetitif malam ini.”
Villarreal sendiri menyudahi musim LaLiga 2020/21 di urutan ketujuh dan lolos ke Liga Champions lewat jalur Liga Europa adalah yang diharapkan sang pelatih.
Ia menambahkan: “Klub ini pernah bermain di UCL dan kami akan menikmati kompetisi itu. Saya ingin menjuarai Liga Europa namun saya ingin bermain di Liga Champions.
“Kami akan menikmati momen ini bersama suporter dan keluarga kami besok,” tutup eks juru latih Arsenal tersebut.
Villarreal kini menumbangkan rekor Sevilla dengan memenangkan 25 pertandingan fase gugur di Liga Europa, dan mereka menjadi tim peraih trofi ketujuh di ajang Piala UEFA/Liga Europa yang tidak terkalahkan di satu musim setelah Tottenham Hotspur (1971/72), Borussia Monchengladbach (1978/79), Goteborg (1981/82 & 1986/87), Ajax (1991/92) dan Chelsea (2018/19).
Menyusul hasil ini, Emery kini telah memenangkan empat trofi di kompetisi kasta kedua Eropa, dengan tiga sebelumnya ia wujudkan bersama Sevilla.
Emery adalah pelatih tersukses di kompetisi ini, yang dahulu bernama Piala UEFA, dan keberhasilannya dengan Villarreal membuatnya menumbangkan raihan tiga trofi yang diraih pelatih legendaris Italia Giovanni Trapattoni (Juventus 1976/77, Inter Milan 1990/91 dan Juventus 1992/93).




