Bek sekaligus kapten Juventus Giorgio Chiellini lebih memilih untuk membicarakan kemenangan timnya atas Inter Milan ketimbang membahas keputusan wasit yang kontroversial.
Dalam lanjutan Serie A Italia yang bertajuk Derby d’Italia, Sabtu (15/5) malam WIB tadi, Si Nyonya Tua sukses membekuk sang juara Inter lewat skor 3-2. Akan tetapi, kepemimpinan wasit Gianpaolo Calvarese banyak dipertanyakan setelah membuahkan tiga penalti dan dua kartu merah, bahkan kritik pun dilancarkan legenda Juve Alessandro Del Piero.
Di partai semalam, kedua tim diberi hadiah penalti melalui tayangan VAR pada babak pertama, Juve mendapatkannya saat Matteo Darmian menghalangi pergerakan Chiellini pada situasi tendangan penjuru dan kemudian Inter juga mendapat penalti setelah Matthijs de Ligt terlihat menginjak tumit Lautaro Martinez.
Usai turun minum, kontroversi tidak berhenti dengan Rodrigo Bentancur mendapat kartu kuning kedua sehingga harus diusir pada awal babak kedua. Kemudian, wasit kembali harus mengecek VAR untuk mengesahkan gol Inter yang sebelumnya dianulir karena menganggap Lukaku melanggar Chiellini.
Pamungkasnya, wasit kembali memberikan penalti kepada Juventus ketika laga menyisakan dua menit. Ia menunjuk titik putih ketika Juan Cuadrado terjatuh saat berusaha melewati Ivan Perisic, dan ini menjadi sorotan tersendiri bagi banyak kalangan.
Terlepas itu, Chiellini kepada Sky Sport Italia mengatakan: “Ini adalah kemenangan yang diraih atas kerja keras melawan tim terbaik di Italia.
“Kami bermain sebagai sebuah tim, dan kami jarang melakukannya musim ini. Kami memberi selamat kepada para pemain Inter di lorong stadion.”
Menyoal wasit, bintang internasional Italia itu menambahkan: “Saya tidak bisa mengutarakan apa yang saya pikirkan. Semuanya melihat kejadian itu secara berbeda di lapangan, kami tidak mencuri apa pun.
"Kami harus memikirkan hal-hal positif dan negatif yang kami lakukan di lapangan. Kami menunjukkan kebanggaan, saya tidak tahu apakah itu akan cukup untuk Liga Champions, tetapi kami akan berusaha sampai akhir.
"Kami memiliki final Coppa Italia pada hari Rabu, dan kami tahu betapa pentingnya [meraih] trofi. Kami pantas berada di tempat kami sekarang. Tidak seperti Atalanta, kami tidak pantas untuk lolos ke Liga Champions.
"Kami tidak pernah memenangkan lebih dari tiga pertandingan berturut-turut, musim ini bukanlah bencana, tetapi kami belum memiliki konsistensi.
"Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan [pelatih Andrea] Pirlo, menghormati peran satu sama lain. Kami selalu menghormatinya sebagai pelatih.
"Kami tidak dapat memiliki hubungan yang sama seperti yang kami miliki sampai satu tahun lalu. Ada hierarki dan kami telah mencoba membantunya."




