Jadon Sancho diliputi perasaan campur aduk meski baru saja membuat hat-trick perdana dalam karier profesionalnya. Bintang Borussia Dortmund itu memang membuat catatan spesial, tapi di sisi lain dia prihatin dengan apa yang baru saja menimpa George Floyd.
Pemain internasional Inggris itu mengemas trigol dalam kemenangan masif 6-1 timnya atas Paderborn, Minggu. Torehannya itu membuat dia jadi pemain termuda yang mencapai 30 gol di kancah Bundesliga.
Dalam selebrasinya untuk gol pertama, pemain berusia 20 tahun itu memperlihatkan kaos bertuliskan 'keadilan bagi George Floyd' dalam rangka mengenang sosok yang tewas di tangan polisi Amerika.
Sancho, yang diganjar kartu kuning karena melepas jerseynya saat merayakan gol, mengekspresikan emosinya di Twitter dengan menulis: "Hat-trick profesional pertama. Sebuah momen campur aduk secara pribadi, karena ada hal yang lebih penting terjadi di dunia hari ini, yang harus kami atasi dan bantu untuk sebuah perubahan."
"Kami harus bersatu dan berjuang untuk keadilan. Bersama, kita bisa lebih kuat! #JusticeForGeorgeFloyd," sambungnya.
Sancho bukan satu-satunya pemain di kompetisi kasta teratas Jerman yang menunjukkan keprihatinannya pada Floyd. Pilar Borussia M'gladbach Marcus Thuram melakukan selebrasi berlutut setelah menjebol gawang Union Berlin. Selebrasi itu merujuk pada simpati dia untuk Floyd.
Pelatih Thuram, Marco Rose, mengatakan bahwa pemain berusia 22 tahun itu "memberi contoh melawan rasisme". Pelatih Dortmund Lucien Favre mengklaim dia "tidak melihat" kaos yang dikenakan Sancho.
"Setelah pertandingan, saya mendengar dia selebrasi seperti itu. Ada sesuatu di kaosnya," ujar Favre.
"Apa yang bisa saya katakan? Saya tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Saya tidak melihatnya. Saya tidak bisa menilainya," imbuhnya.
Sancho menjadi pemain Inggris pertama yang mengepak setidaknya 15 gol dan angka yang sama untuk assist dalam satu musim di salah satu dari lima liga top Eropa sejak Matt Le Tissier, yang mencapai rekor itu untuk Southampton di ajang Liga Primer 25 tahun lalu.
Catatan impresif Sancho membuat rekan setimnya, Axel Witsel, memprediksikan bahwa sang attacker akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
"Saya menilai, dia adalah salah satu pemain terbaik di generasinya," kata Witsel.
"Dia masih punya banyak hal untuk meningkat, berkembang, karena dia masih sangat muda. Tapi saya yakin dalam posisinya sebagai winger, dia akan jadi yang terbaik," tandasnya.
Dortmund duduk di peringkat kedua tabel sementara Bundesliga, tujuh poin di belakang sang pemuncak Bayern Munich dengan lima laga tersisa.
