Gemerlapnya Duo Brasil Di Liverpool

Komentar()
Coutinho dan Firmino terus merusak pertahanan lawan seiring Liverpool bermain imbang 2-2 kontra Bournemouth.

OLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter

Kembalinya performa terbaik Philippe Coutinho telah melipat gandakan daya gedor Liverpool. Sang gelandang sempat kesulitan sejak pulih dari cedera pada Januari lalu, namun ia bersinar terang saat menang 3-1 atas Everton. Penampilan itu berlanjut tengah pekan lalu, seiring The Reds ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth.

Di waktu yang sama, rekan senegaranya Roberto Firmino terus menunjukkan kerja keras di sepertiga akhir lapangan. Bintang Brasil itu kembali menunjukannya dan bersama Coutinho, mereka menjalin kombinasi penuh kreativitas.

SIMAK JUGA - Klopp: Coutinho Pemain Kelas Dunia

Duet maut itu terlibat dalam penciptaan serta eksekusi gol pertama Liverpool setelah The Cherries memimpin duluan. Firmino mengontrol bola lambung dengan dadanya, menyadari pergerakan Coutinho, lalu menggelindingkan bola lewat celah kecil di antara bek lawan.

Kontrol Coutinho memang kurang akurat, namun ia berhasil menjaga keseimbangan dan memperdaya kiper lawan yang mendekatinya. Dengan sedikit cungkilan, ia menyamakan kedudukan untuk Liverpool.

Ian Rush Liverpool Premier League

Itu merupakan gol ke-29 Coutinho untuk Liverpool - membawanya pada catatan yang sama dengan mantan legenda Middlesbrough, Juninho Paulista, sebagai pemain Brasil yang mencetak paling banyak gol di Liga Primer.

Untuk Firmino, ia menjadi pemain pertama Liverpool sejak Luis Suarez di Februari 2014, yang mampu mencatatkan satu assist dalam tiga laga Liga Primer beruntun di Anfield.

Firmino sekarang sudah terlibat dalam penciptaan 15 gol, termasuk gol dan assist. 13 di antaranya tercipta di Anfield, tujuh gol dan enam assist.

SIMAK JUGA - Sinar Coutinho Menangkan Liverpool

Di malam tersebut, dua penggawa Brasil itu memang dominan dalam hal kreasi peluang, namun beebrapa sosok juga tak kalah signifikan.

Kapten James Milner sangat bisa diandalkan dan tangguh dalam bermainan. Walau mengawali laga dengna lambat, ia tampil menonjol di babak kedua. Emre Can lebih beringas dalam menyerang, melakukan pergerakan berbahaya di area pertahanan lawan.

Ada pula Nathaniel Clyne, yang sempat kehilangan kepercayaan diri saat menyerang, mengundang perhatian lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang membentur mistar. Sekarang, ia lebih pandai dalam mengatur transisi menyerang.

Hasil imbang lawan Bournemouth juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran Sadio Mane dalam skuat Jurgen Klopp. The Reds hanya mengantongi dua poin dari empat laga Liga Primer tanpa Sadio Mane (M0, S2, K2).

Liverpool akan berusaha menjaga momentumnya ketika mereka mengunjungi Stoke City nanti malam (8/4).

#takemetoAnfield

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Raih kesempatan sekali seumur hidup untuk bermain di Anfield dan bertemu legenda-legenda Liverpool!

Malaysia Airlines tengah mencari pendukung fanatik dan loyal Liverpool FC yang berusia 18 tahun ke atas dan bisa bermain sepakbola untuk bergabung dengan fans lainnya dari seluruh dunia dalam Malaysia Airlines Global Team.

 

Tutup