Gelandang Manchester City Ilkay Gundogan menyambut gembira kelolosan timnya ke semi-final Liga Champions.
Setelah memenangkan pertemuan pertama di Etihad Stadium lewat skor 2-1 pekan lalu, City menyambangi markas Dortmund di Signal Iduna Park dengan percaya diri namun mereka justru dikejutkan gol cepat Jude Bellingham di leg kedua babak perempat-final, Kamis (15/4) dini hari WIB tadi.
Di usianya yang baru 17 tahun dan 289 hari, Bellingham menjadi pemain muda kedua yang mencapai sepuluh penampilan di Liga Champions sebelum beralih ke usia 18, hanya kalah dari Youri Tielemans pada 2014. Adapun pemain termuda Inggris yang memainkan sepuluh penampilan di Liga Champions sebelumnya adalah Theo Walcott bersama Arsenal di usia 18 tahun dan 341 hari pada 2008.
Selain itu, Opta mencatat Belingham adalah pemain usia 17 tahun ketiga yang sanggup mencetak gol di fase gugur Liga Champions setelah Bojan dan Jamal Musiala. Seturut golnya malam tadi, ia adalah pemain Inggris kedua yang berhasil mencetak gol untuk klub non-Inggris di kompetisi elite Eropa setelah Steve McManaman bersama Real Madrid (final 1999/00 dan semi-final 2001/02).
Di babak kedua, City yang dikomando Gundogan di lini tengah mendapatkan gol penyama seturut gol penalti Riyad Mahrez di menit ke-55. Dan 20 menit setelah itu, Phil Foden menghadirkan gol kemenangan setelah memaksimalkan assist Bernardo Silva.
Di akhir laga, Gundogan diganjar gelar Man of the Match oleh UEFA dan ia tak dapat menutupi rasa senangnya karena ini merupakan semi-final pertama untuk City di Liga Champions.
“Jujur saja ini sangat berarti, klub dan tim ini pantas mendapatkannya,” kata Gundogan kepada BT Sport.
“Kami bersyukur bisa tampil di kompetisi hebat ini dan mencapai semi-final untuk kali pertama bersama tim ini. Tentu saja kami sangat senang dengan itu.
“Hari ini sekali lagi kami menunjukkan karakter, kami memang tidak bermain baik di 15 menit pertama, kami kesulitan dan kami tidak cukup berani dan kami takut untuk kehilangan sesuatu. Itu terlihat jelas.
“Setelah kebobolan gol pertama, kami mampu menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang. Target kami adalah mencetak gol pertama di babak kedua dan memiliki kembali kendali permainan. Itulah yang kami lakukan.”
Di semi-final nanti, City akan menghadapi raksasa Prancis Paris Saint-Germain, yang di perempat-final kemarin sukses mengeliminasi sang juara bertahan Bayern Munich.




