Galih Sudaryono, Dari Odong-Odong Beralih Ke Jualan Online

Komentar()
Aurelius Balakosa
Di sela menunggu klub baru, Galih memilih mengalihkan bisnisnya dari odong-odong menjadi penjual pakaian secara online.


LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   SOLO   

Libur kompetisi yang lumayan panjang, membuat para pesepakbola di Tanah Air harus memutar otak agar dapur tetap mengepul. Beruntung bagi para pemain yang dikontrak jangka panjang maupun yang sudah dikontrak klub baru, lalu bagaimana para pemain yang belum dikontrak klub? Rerata, pesepakbola yang berkiprah di Liga 2, pada awal tahun ini belum dikontrak oleh klub, dikarenakan jadwal kompetisi belum jelas.

Salah satu pesepakbola yang memanfaatkan waktu sebelum dapat klub baru, yakni Galih Sudaryono. Kiper yang musim lalu bersama Persis Solo tersebut memilih membuka usaha bersama istri di rumahnya, daerah Ngringo, Palur, Kabupaten Karanganyar.

Mantan penjaga gawang timnas Indonesia tersebut memilih usaha online dengan berdagang pakaian, terutama pakaian anak-anak dan wanita. Usaha ini ditekuni bapak dua anak tersebut sejak dua bulan terakhir, atau tepatnya usai kontraknya habis bersama Laskar Sambernyawa.

Galih pun memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya memilih berjualan online, dibandingkan harus bermain tarkam (antarkampung) di masa jeda ini. 

"Saya menghindari bermain tarkam, karena berisiko besar, jika cedera, tidak ada asuransi dan karier profesional akan terhenti. Untuk mencari kesibukan, saya berpikir dengan istri untuk membuka usaha. Akhirnya, terpikir usaha pakaian yang diperjualbelikan secara online," ujar Galih, saat berbincang bersama Goal Indonesia di rumahnya, Selasa (8/1).

Sebelumnya, saat kompetisi berjalan pemain bertinggi 182 centimeter ini beternak burung love bird dan diperjualbelikan kepada pecinta burung di wilayah Solo dan sekitarnya.

"Sekarang ini sudah tidak lagi ternak love bird, sudah saya jual. Terakhir tujuh pasang love bird saya jual Rp15 juta, uang tersebut untuk modal usaha," ungkapnya.

Lalu, bagaimana usahanya terdahulu menjadi juragan odong-odong di Perumahan Palur dan sekitarnya? “Odong-odong juga sudah saya jual. Saya memiliki lima odong-odong, dan sudah dijual semuanya. Saya tengah fokus usaha pakaian dengan sistem online," tuturnya.

Eks kapten tim Kalteng Putra FC tersebut mengatakan, dalam sehari bisa melayani 30-60 transaksi. Pesanan tersebut berkali-lipat saat Sabtu dan Minggu. Jika tidak dibatas, dalam Sabtu-Minggu bisa melayani hampir 100 paketan.

"Hari ini mengirim 60 paket untuk pelanggan yang dari luar Jawa. Keuntungan dari setiap transaksi bervariasi, paling besar Rp25 ribu untuk satu pakaian terjual. Lumayan untuk tambahan pendapatan keluarga dan tidak mengurangi tabungan yang ada," tambahnya.

Disinggung ingin berlabuh di tim mana untuk kompetisi musim 2019? Galih mengatakan, tidak akan terlalu ngoyo memilih klub di Liga 2 maupun Liga 1.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Rezeki sudah ada yang atur. Di sela berdagang, saya tetap jaga kondisi dengan berlatih secara rutin Senin, Rabu, dan Jumat. Saya berharap, kompetisi musim 2019 lebih bagus," tandasnya.(gk-18)

 

 

Artikel Selanjutnya:
PS TIRA Resmikan Dua Pemain Asing Anyar
Artikel Selanjutnya:
Pep Guardiola: Laga Di Old Trafford Tidak Tentukan Perburuan Gelar
Artikel Selanjutnya:
Kongres PSSI Diwarnai Demo, Satu Suporter Diamankan Polisi
Artikel Selanjutnya:
Disindir Edy Rahmayadi Untuk Jadi Ketum PSSI, Umuh Muchtar: Jangan Saya
Artikel Selanjutnya:
Edy Rahmayadi Mundur Dari Ketum PSSI
Tutup