Frank LampardGetty Images

Soal Pemecatan Frank Lampard, Mantan Asisten Pelatih: Chelsea Itu Klub Bengis!

Mantan asisten pelatih Chelsea Jody Morris menilai, apa yang dilakukan kubu Stamford Bridge dengan memecat Frank Lampard adalah tindakan "bengis".

Legenda The Blues itu kehilangan pekerjaannya saat musim tengah berjalan di periode 2020/21 lalu. Dia lantas digantikan mantan pelatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain Thomas Tuchel.

Nama terakhir pada akhirnya sukses membawa Chelsea finis di posisi empat besar klasemen akhir Liga Primer Inggris, mengamankan tempat di final Piala FA dan menjuarai Liga Champions.

Berbicara di acara Off The Hook dalam podcast Jimmy Bullard, sang mantan assisten mengatakan: "Cara yang dilalui sebagian besar tim musim ini, tidak biasa bagi kebanyakan tim yang berada di papan atas, mereka mengalami masa-masa yang sangat buruk."

"Kami benar-benar melalui periode enam minggu di mana kami tampil sangat buruk. Laga tandang Arsenal dan Everton sungguh buruk. Namun, kami jelas yakin bisa membalikkan keadaan," tegasnya.

"Di Chelsea, hal-hal seperti itu [pemecatan] mudah terjadi. Apakah itu bisa dibilang bengis? Ya, saya pikir itu amat sangat bengis," serunya.

"Namun, di saat yang sama, jika Anda melihat sekarang, saya ingat berbicara dengan rekan-rekan saya di Chelsea dan saya bilang, saya akan pilih Tuchel jika saya mencari seorang manajer," kenangnya.

"Kami mendengar keributan di hari-hari jelang itu [penunjukan Tuchel]. Ketika Anda melihat apa yang dia persembahkan di Liga Champions, dia adalah manajer dengan kualitas top," jelasnya.

"Meski begitu, saya harus mengatakan, saya masih merasa bahwa ada kesempatan bagi kami untuk membalikkan keadaan, mempertimbangkan masalah yang kami hadapi dalam 18 bulan karena larangan transfer dan pandemi," katanya lagi.

"Sayangnya, kami melewati periode lima-enam pekan yang sangat buruk," pungkas Morris.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0