Francesco Totti secara resmi memutuskan angkat kaki dari AS Roma untuk mengakhiri kiprah 30 tahunnya bersama klub Serie A Italia itu. Sang legenda Giallorossi memilih mundur dari pekerjaannya sebagai direktur klub karena perbedaan pandangan dengan para petinggi Roma.
Namun yang lebih mengejutkan, Totti secara blak-blakan menyuarakan kemarahnya kepada para petinggi klub, yang dipimpin pemilik Jim Pallotta. Totti, yang masuk dalam jajaran direksi Roma setelah pensiun sebagai pemain pada 2017, merasa dirinya dikekang oleh klub.
"Saya tidak bisa mengekspresikan diri saya. Saya tidak pernah dilibatkan dalam proyek-proyek penting," kata Totti dalam jumpa pers pengunduran dirinya, Senin (17/6).
"Pada tahun pertama, saya bisa memaklumi hal itu. Tapi pada tahun kedua, ketika saya mengetahui apa yang harus saya lakukan, kami tidak pernah saling membantu dan tidak kompak. Jujur, mereka tidak pernah mengacuhkan saya. Mereka tidak pernah melibatkan saya dalam setiap keputusan klub."
Tensi panas Totti dengan direksi Roma sudah tercium sejak Maret lalu menyusul pengunduran diri direktur olahraga Monchi dan pemecatan pelatih Eusebio Di Francesco. Totti sempat mengusulkan Antonio Conte sebagai pelatih, tapi tidak diindahkan. Ia kemudian tak hadir dalam peresmian pelatih baru Paulo Fonseca beberapa waktu lalu.
Totti melanjutkan, "Saya di sini tidak untuk menyalahkan satu pihak. Kami memulai perjalanan ini bersama-sama, tapi ternyata saya tidak dihargai, jadi saya memutuskan pergi. Saya dijanjikan banyak hal, tetapi mereka selalu ingkar."
Getty"Mereka sepertinya ingin menyingkirkan orang-orang Roma dari Roma. Delapan tahun sejak orang-orang Amerika itu datang, mereka melakukan segala cara untuk menyingkirkan kami. Inilah yang mereka inginkan dan mereka berhasil."
"Saya tidak akan pernah menyakiti Roma. Momen ini terasa lebih buruk ketimbang saat saya pensiun sebagai pemain. Saya seperti sekarat karena harus meninggalkan Roma. Saya merasa lebih baik saya mati," ucapnya.
Totti, 42 tahun, menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Olimpico. Ia mampu mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah gol dan penampilan terbanyak sepanjang sejarah Roma -- lewat torehan 307 gol dari 786 laga -- membuatnya dipandang sebagai legenda terbesar klub.



