Luka Jovic Eintracht Frankfurt 2021Getty Images

Flop Real Madrid Luka Jovic Akui Tak Beruntung Di Santiago Bernabeu

Luka Jovic meyakini dirinya tidak beruntung selama periode yang mengecewakan di Real Madrid yang membuatnya hanya mencetak dua gol dalam satu setengah musim.

Jovic pindah ke Santiago Bernabeu dari Eintracht Frankfurt pada 2019 di angka €60 juta (£53,5 juta / $73 juta), tetapi cedera dan kurangnya performa mencetak gol menghambat kariernya di klub.

Pemain berusia 23 tahun itu kembali ke Frankfurt pada awal bulan ini dengan status pinjaman hingga akhir musim, dan segera melanjutkan ketajamannya bersama klub Bundesliga tersebut.

Jovic telah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingannya sejauh ini, meskipun semua penampilannya datang dari bangku cadangan. Dalam 76 menit permainan, pemain Serbia itu telah melampaui total golnya dari 32 pertandingan bersama Madrid.

Di sesi konferensi pers pada Selasa kemarin, Jovic mengatakan bahwa dia merasa seperti di rumah sendiri bersama Frankfurt.

“Saya sangat senang bisa kembali. Saya merasa sangat nyaman dan itu bisa dilihat di lapangan," kata Jovic." Saya mencetak dua gol selama saya di Real Madrid dan sekarang saya memiliki tiga gol di sini.”

Meski waktunya di Madrid tidak berjalan sesuai rencana, Jovic masih yakin dia belajar banyak selama perjalanannya di ibu kota Spanyol.

“Saya tidak beruntung di Real Madrid,” lanjutnya. “Cedera itu merugikan saya dan secara pribadi, itu tidak berjalan dengan baik sama sekali. Saya merasa beruntung bisa kembali ke Frankfurt, di mana mereka benar-benar menyambut saya.

“Saya beruntung bisa berlatih setiap hari dengan pemain terbaik di dunia [di Madrid]. Saya telah memperoleh pengalaman dan saya menganggap diri saya sebagai pemain yang lebih baik hari ini. Meski tidak bisa memiliki kontinuitas di lapangan, saya memetik banyak hal positif dari Madrid.”

Jovic diminta untuk membandingkan pelatih Madrid Zinedine Zidane dan juru taktik Frankfurt Adi Hutter, dan penyerang itu memuji keduanya.

“Saya tidak ingin menjelaskan secara detail, mereka berdua adalah pelatih yang fenomenal,” kata Jovic. “Zidane juga sangat baik di level pribadi, tetapi lebih mudah bagi saya untuk berkomunikasi dengan Adi dalam bahasa Inggris karena saya tidak fasih bahasa Spanyol agar lancar berkomunikasi dengan Zidane. Detail seperti ini memudahkan saya."

Iklan
0