Tim pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-22 terus melakukan evaluasi, setelah uji coba melawan Myanmar, Selasa (21/3) lalu. Seperti diketahui, pada laga tersebut Indonesia harus mengakui keunggulan Myanmar dengan skor 3-1.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah, terkait kondisi fisik Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan yang tak mampu stabil hingga 90 menit pertandingan. Maka itu, hal tersebut menjadi sasaran utama yang harus dibenahi tim pelatih yang dikomandoi Luis Milla Aspas.
SIMAK JUGA: Ezra Walian Dinilai Cepat Beradaptasi Di Timnas U-22
"Fisik kami benahi secara bertahap. Coach Milla dan Miguel (Gandia) menggelar latihan dengan target fisik dan taktik," kata Bima Sakti, asisten pelatih timnas U-22 setelah latihan di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Jumat (24/3) pagi.
SIMAK JUGA: Timnas U-22 Ke Spanyol Lebih Awal
Menurut eks kapten timnas Indonesia itu, latihan yang diberikan kepada Bagas Adi Nugroho dan kawan-kawan bervariasi, sehingga tidak terfokus pada fisik saja. "Kalau hanya fisik, nanti pemain bosan. Jadi, dalam satu latihan, ada latihan fisik, taktik, dan kecepatan," jelasnya.
Di sisi lain, Bima mengungkapkan kondisi Hansamu Yama Pranata yang mengalami cedera sudah semakin membaik. Lantaran cedera itu, Hansamu urung diturunkan pada laga melawan Myanmar.
"Hansamu sudah mulai membaik, tetapi coach Milla tidak ingin terlalu memaksakan, itu agar pemulihannya cepat," ujarnya.
Sementara itu, pemusatan latihan timnas U-22 terus dilakukan hingga 25 Maret nanti. Setelah itu, pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing, hingga akhirnya nanti dipanggil kembali untuk pemusatan latihan di Spanyol mulai pertengahan April mendatang.



