Bek Liverpool Virgil van Dijk menegaskan, dirinya tak ingin mengalami "duka" kedua kalinya di final Liga Champions ketika bentrok dengan Tottenham Hotspur.
Seperti diketahui, van Dijk menjadi bagian tak terpisahkan ketika pasukan Jurgen Klopp mengalami kekalahan menggetirkan dari Real Madrid di final UCL musim lalu dengan skor 3-1.
Gareth Bale mencetak gol indah bagi duta Spanyol itu, sementara kiper Loris Karius membuat dua blunder ikonik untuk melenggangkan jalan Madrid ke podium juara Liga Champions musim lalu.
Van Dijk kapok bila harus kembali terluka di final musim ini.
"Saya banyak mengambil pelajaran dari pengalaman di laga final itu. Semoga saya bisa menggunakan pengalaman ini dengan baik," ujar van Dijk kepada BBC Sport.
"Sebab, kalah di final sangat menyakitkan," tambahnya.
Banyak yang memfavoritkan Liverpool di final edisi kali ini. Tetapi bek berusia 27 tahun tersebut menilai, dalam sepakbola segalanya sulit diprediksi.
"Orang-orang bisa mengatakan apa pun yang mereka mau, misal kami punya musim gemilang dibanding mereka [Spurs] di liga. Mungkin saja memang benar, tapi segala hal bisa terjadi. Laga final ini berbeda," terang van Dijk.
Getty



