OLEH DONNY AFRONI & RIZKAART CENDRADIPUTRA
Keberhasilan PS TNI memutus catatan tidak pernah menang dalam delapan laga terakhir setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (26/9) malam WIB, dianggap sebagai bentuk perubahan yang dijanjikan pelatih Rudy Eka Priyambada.
Rudy mengaku permainan PS TNI mengalami perbaikan dibandingkan sebelumnya. Hal itu disebabkan ia mengadopsi strategi pelatih Manchester City asal Spanyol, Joseph Guardiola, yang mengusung penguasaan bola.
SIMAK JUGA: Pelatih Mitra Kukar Pasrahkan Nasib ke Manajamen
“Saya mengubah permainan PS TNI dari long ball tanpa tujuan menjadi passing dan sabar. Saya bersyukur dapat tiga poin. Saya sudah mengerjakan PR [pekerjaan rumah] saya. Pertama mental dan semangat anak-anak sudah kembali lagi. Filosofi saya berkiblat ke Pep Guardiola, ball possesion,” beber Rudy.
“Anak-anak sudah menjalankan instruksi saya dengan baik. Dengan waktu singkat saya menyiapkan latihan bagaimana filosofi sepakbola yang saya mau. Saya pikir Mitra Kukar juga kelelahan faktor perjalanan jauh ke sini.”
SIMAK JUGA: PS TNI Tundukkan Mitra Kukar
Rudy menyebut satu faktor kemenangan disebabkan anak asuhnya sukses menjalankan instruksinya dengan baik. Meski demikian, eks pelatih Celebes FC ini mengaku belum puas dengan penampilan Abduh Lestaluhu dan kolega.
“Saya tidak pernah puas, karena babak kedua pemain tidak bisa kontrol tempo permainan. Banyak sekali kecolongan yang mestinya tidak terjadi, seharusnya saat pegang bola tidak cepet hilang, karena babak kedua hampir terjadi gol.”
SIMAK JUGA: Sissoko Favoritkan Bhayangkara FC & Bali United
Rudy pun optimistis membawa PS TNI bertahan di Liga 1 bila mereka tetap mempertahankan cara bermain seperti ini. The Army sekarang menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan nilai 29, terpaut tujuh angka dari tim di posisi teratas zona degradasi, Perseru Serui.
“Sekarang PS TNI siap kembali lagi. Saya yakin PS TNI akan menembus sepuluh besar, karena anak-anak bermain dengan hati,” tegas Rudy. (gk-61)


