Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Spain v Egypt - International FriendlyGetty Images Sport
Diterjemahkan oleh

FIFA menghukum Spanyol akibat nyanyian anti-Muslim dalam pertandingan melawan Mesir

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Spanyol akibat nyanyian rasis yang dilontarkan para suporter timnas Spanyol selama laga uji coba melawan Mesir yang digelar Maret lalu, sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Menurut lembaga penyiaran Inggris, BBC, FIFA memutuskan menghukum timnas Spanyol dengan menjalani laga uji coba internasional berikutnya di stadion yang ditutup sebagian.

Pada laga yang berakhir dengan skor 0-0 tersebut, sekelompok pendukung timnas Spanyol menyanyikan nyanyian anti-Muslim, seperti "siapa yang tidak melompat berarti dia Muslim", sekitar menit ke-10 babak pertama, sebelum terulang kembali pada awal babak kedua.

Menyusul kejadian itu, sebuah pesan ditampilkan di layar-layar Stadion RCDE, yang memperingatkan suporter terhadap perilaku diskriminatif dan menyerukan penolakan terhadapnya. Pesan tersebut kemudian diulang pada awal babak kedua, di tengah cemoohan dari sebagian suporter yang hadir.

FIFA selanjutnya membuka proses disipliner terhadap Federasi Sepakbola Spanyol karena apa yang disebutnya sebagai nyanyian "anti-Islam dan xenofobia".

FIFA tolak pembelaan Federasi Spanyol

Setelah insiden tersebut, Federasi Sepakbola Spanyol mengecam nyanyian anti-Muslim itu, sementara Luis de la Fuente, pelatih kepala timnas Spanyol, menyebutnya sebagai "sesuatu yang tidak bisa ditoleransi", sembari menambahkan bahwa "orang-orang yang penuh kekerasan memanfaatkan sepakbola untuk menciptakan ruang bagi diri mereka sendiri".

Namun, Federasi Spanyol dalam memorandum pembelaannya yang tercantum dalam pertimbangan keputusan disipliner yang dipublikasikan FIFA berargumen bahwa nyanyian tersebut tidak mencapai tingkatan perilaku diskriminatif, hal yang ditolak oleh Komite Disiplin.

Komite tersebut menyatakan bahwa Federasi Spanyol tidak dapat secara meyakinkan bersikeras bahwa nyanyian itu sepenuhnya tidak berbahaya, sementara pada waktu yang sama membenarkan diaktifkannya prosedur anti-diskriminasi di dalam stadion.

Penutupan 15% tribune dan denda uang

Berdasarkan sanksi tersebut, Spanyol harus menjalani laga uji coba internasional berikutnya dengan penutupan 15% dari kapasitas stadion, dengan penutupan terutama difokuskan pada tribune di belakang kedua gawang.

Meski demikian, Federasi Spanyol dapat, setelah mendapat persetujuan FIFA, menggunakan kursi-kursi tersebut untuk menjamu kelompok-kelompok masyarakat atau kalangan khusus, seperti keluarga, pelajar, dan organisasi anti-diskriminasi.

FIFA juga menjatuhkan denda sebesar 20 ribu dolar kepada Federasi Spanyol.

Kapan Spanyol menjalani sanksi?

Bulan Juni mendatang menjadi waktu yang mungkin bagi timnas Spanyol untuk menjalani laga uji coba internasional berikutnya, namun pelaksanaan sanksi bisa tertunda jika timnas lolos ke babak final UEFA Nations League, sehingga sanksi akan diterapkan pada salah satu jeda kosong selama kualifikasi Piala Eropa 2028 pada musim gugur mendatang.

Di sisi lain, Federasi Sepakbola Mesir mengecam nyanyian yang terjadi pada laga tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan rasis yang keji dan tidak dapat diterima", namun menegaskan bahwa tindakan sekelompok kecil suporter tidak akan mempengaruhi hubungan erat yang terjalin antara federasi Mesir dan Spanyol.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google