OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kampanye jaga Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang digaungkan The Jakmania, terlihat sia-sia. Ini lantaran masih ada oknum suporter Persija Jakarta yang merusak tempat tersebut.
Sejak sebelum final Piala Presiden 2018, digelar seruan agar The Jakmania tertib saat memberikan dukungan telah dilakukan. Namun, nyata terjadi kerusakan di beberapa bagian SUGBK.
Sejumlah The Jakmania nekat masuk ke tribune dengan menjebol pagar pembatas. Aksi tidak terpuji tersebut terekam CCTV SUGBK dan kamera ponsel yang viral di media sosial.
Mengetahui kejadian ini, ketua umum The Jakmania Ferry Indrasjarief, merasa tak habis pikir. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak terjadi karena mencoreng nama Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.
Akan tetapi, Ferry menjelaskan kondisi tersebut karena rasa memiliki yang dipunyai The Jakmania begitu besar. Makanya, ia mengingatkan agar ke depannya para suporter bisa bersikap lebih baik lagi ketika memberikan dukungan.
"Animo setelah sekian tahun tidak juara enggak dapat piala, dan sekarang masuk final juga ada bintang baru namanya Marko Simic, mereka sangat antusias. Sebetulnya ini milik Jakmania, banyak yang mengawal dari penyisihan, tapi di final sulit dapat tiket," ucap Ferry.
"Mereka merasa ini hak mereka, saya maklumin euforia sampe turun lapangan, tapi kalau tindakan anarkis tidak saya tolerir. Ini pembelajaran menyangkut sistem pengamanan GBK. Kita beruntung ini dipakai, ada pembelajaran buat partai berikutnya," ia menambahkan.
Persija berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Bali United. Armada Stefano Cugurra tersebut menang tiga gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2) malam.


