Granit Xhaka kesulitan memilih kalimat sopan seusai Swiss mengalahkan Prancis lewat drama adu penalti di babak 16 besar Euro, Selasa (29/6) dini hari WIB tadi.
Xhaka terpilih sebagai Man of the Match sebagaimana Swiss mengejar ketertinggalan dua gol dari Prancis hingga sukses menyamakannya jadi 3-3 di waktu normal, sebelum menang 5-4 di babak adu tos-tosan untuk menyingkirkan sang juara dunia.
Swiss sendiri punya kesempatan untuk memimpin 2-0, dan Xhaka, yang akan absen di perempat-final melawan Spanyol karena akumulasi kartu, tak sungkan memuji perjuangan timnya yang berhasil menjungkalkan favorit juara.
Apa Kata Xhaka?
“Maaf karena harus mengatakan kalimat ini, namun ini f*cking amazing, man’,” kata gelandang milik Arsenal tersebut kepada UEFA seusai bubaran. “Kami bisa mengubah skor jadi 2-0 dan menuntaskan pertandingan, namun penalti yang gagal itu sedikit mengguncang kami.
“Setelah tertinggal 3-1, untuk melakukan comeback seperti ini melawan Prancis, itu menunjukkan karakter besar [yang kami miliki].
“Tim ini f*cking amazing, man!”
Yan Sommer Jadi Pahlawan Adu Penalti
Selagi Xhaka mendominasi lini tengah, kontribusi Sommer juga penting karena ia bisa memblok bola yang dilepas penendang kelima Prancis Kylian Mbappe.
Sommer meyakini timnya pantas menang. Kepada SRF, ia mengatakan: “Saya sangat bangga pada tim ini dan kami sukses menang. Ini sangat menyenangkan untuk melakukannya di depan orang tua saya. Sikap kami luar biasa.
“Kami melawan tim yang luar biasa namun mereka memiliki sebuah momen di mana mereka sedikit arogan dan kami menegaskan pada diri sendiri untuk terus berjuang sampai akhir.”
Ia menambahkan: “Ini adalah malam sepakbola yang luar biasa, kami menunjukkan mentalitas yang besar, keteguhan hati, karena sempat tertinggal dua gol melawan juara dunia.
“Saya sangat bangga pada tim ini. Saat skornya 3-1, tidak ada lagi yang percaya pada kami, namun sebelum pertandingan kami menekankan bahwa apa pun yang terjadi, apa pun skenarionya, kami akan berjuang hingga akhir.
“Perempat-final, itu adalah sejarah. Kami sangat menginginkannya dan kami bangga.”
