Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Aston Villa FC v Fenerbahce SK - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD2Getty Images Sport
Diterjemahkan oleh

FC Bayern tak lagi menginginkannya: Nicolas Jackson mengawali kiprahnya di Aston Villa dengan gemilang

Seorang pemain top butuh selebrasi gol khasnya sendiri. Nicolas Jackson berdiri dengan wajah tanpa ekspresi, mengacungkan ibu jarinya mendatar ke arah kamera televisi, lalu perlahan memutarnya ke atas sebelum tiba-tiba mengarahkannya ke bawah. Rangkaian itu ditutup dengan gestur "penggal kepala" yang di liga lain, seperti dalam kasus Paris Brunner di Monaco, pernah berujung pada skorsing yang cukup panjang.

Namun, tidak demikian di Premier League, tempat Jackson kembali bermain musim ini. Pada musim panas 2025, pelatih Enzo Maresca menilai tak ada lagi dasar bagi Chelsea untuk melanjutkan kerja sama dengan sang penyerang. Jackson pun akhirnya pindah ke Bayern Munich dengan status pinjaman sebagai pelapis Harry Kane.

Di sana, ia tampil cukup baik dengan sebelas gol dan empat assist dalam 34 pertandingan kompetitif. Namun, dari sudut pandang Bayern, penampilannya belum cukup untuk membuat klub mempermanenkannya dengan harga yang telah ditetapkan sebesar 65 juta euro. Itu bisa dimengerti: Jackson belum menunjukkan bahwa ia layak menjadi penerus jangka panjang Harry Kane, yang saat ini posisinya masih tak tergoyahkan.

Jackson pun kembali ke Chelsea. Klub itu tidak menurunkan harga yang diminta meski tak menawarkan masa depan baginya di Stamford Bridge. Pada akhir Agustus, Aston Villa akhirnya merekrutnya karena sangat membutuhkan pengganti Ollie Watkins, yang telah hengkang, di posisi penyerang tengah. Klub asal Birmingham itu membayar biaya transfer 55 juta euro untuk Jackson. Dengan bonus berdasarkan pencapaian, jumlah tersebut masih bisa naik menjadi 75 juta euro.

Bagaimana awal musim Aston Villa dan Nicolas Jackson?

Secara pribadi, Jackson meraih kesuksesan, meski Villa, yang berada di posisi kelima dari bawah klasemen Premier League, sejauh ini belum tampil baik, setidaknya di liga. Ia mencetak lima gol dalam delapan pertandingan kompetitifnya bersama klub baru, termasuk dua gol pekan ini dalam kemenangan meyakinkan 6-0 atas Fenerbahce di Liga Champions. Dua gol itu kembali diikuti selebrasi khasnya. Jackson belum pernah menjelaskan maknanya, sehingga memicu spekulasi di internet. Penjelasan yang paling masuk akal: itu adalah gestur "gladiator". Ibu jari yang diarahkan ke bawah dan gerakan menggorok leher menandakan tuntutan agar petarung yang kalah dihukum mati. Penjelasan itu tidak membuatnya lebih enak dilihat, tetapi membuatnya semakin khas.

imago-sport-1084533371.jpgIMAGO

Bagi suporter Villa, cara Jackson merayakan gol tak menjadi masalah. Yang penting bagi mereka adalah Jackson, salah satu pemain yang paling diharapkan bersama Leon Goretzka, terus mencetak gol. Goretzka, yang bergabung dari Bayern Munich, melakoni penampilan pertamanya musim ini saat menghadapi Fener setelah cukup lama absen karena cedera. Peluang Jackson untuk terus mencetak gol pun bagus. Di klub juara Liga Europa musim lalu itu, ia kembali bekerja dengan pelatih favoritnya: Unai Emery. Keduanya pernah bekerja sama di Villarreal beberapa tahun lalu, dan Jackson menjuarai Liga Europa di bawah asuhan Emery. "Bermain untuk pelatih ini sangat penting," kata Jackson tentang Emery.

Emery terus mengandalkan Jackson di lini serang. Namun, itu juga karena ia kekurangan alternatif berkualitas di dalam skuad setelah perombakan besar pada musim panas. Penyerang asal Senegal berusia 25 tahun itu masih harus meyakinkan orang-orang yang tetap meragukannya. "Kalau dia memang pemain sebagus itu, mengapa dia tidak berhasil membuktikan diri di Chelsea?" tanya mantan pencari bakat Villa, Bryan King, pekan ini kepada Football Insider.

Suporter Villa tidak ingin mendengar jawaban atas pertanyaan itu selama Jackson terus mencetak gol dan merayakannya dengan cara yang khas, sekalipun caranya tidak terlalu pantas.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google