Kegusaran pelatih Thailand U-23 Worrawoot Srimaka terkait pembagian Pot drawing cabang olahraga (cabor) Asian Games 2018 yang dianggap aneh dan merugikan coba diredam federasi sepakbola Negeri Gajah Putih (FAT).
Worrawoot mempertanyakan keputusan dewan olimpiade Asia (OCA) yang menempatkan Thailand di Pot 2. Hal itu berkaca dari keberhasilan Thailand menembus empat besar pada penyelenggaraan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
Bahkan Worrawoot menuding Indonesia sebagai tuan rumah ikut berperan besar dalam penentuan Pot tersebut. Wakil sekjen yang juga juru bicara FAT Patit Supapong berusaha meredam kegusaran Worrawoot.
Menurutnya, ada sejumlah alasan yang membuat Thailand masuk ke Pot 2, diantaranya catatan Thailand pada tiga penyelenggaraan Asian Games secara berturut-turut.
“OCA telah menyampaikan secara detail mengenai penempatan Thailand di Pot 2 untuk drawing nanti. Walau kami masuk ke empat besar empat tahun lalu di Korea, kami tidak lolos dari perempat-final di 2006 dan 2010. Itu yang membuat kami berada di Pot 2,” jelas Patit diwartakan laman Siamsport.
Patit menambahkan, FAT akan mengirim wakilnya menghadiri pengundian fase grup cabor sepakbola pada 15 Juli di Jakarta.


