Putri dari direktur teknik Arsenal Edu menerima rangkaian serangan verbal secara kasar menyusul kekalahan kedua beruntun The Gunners di Liga Primer Inggris. Setelah dipecundangi Brentford di pekan pembuka, mereka kembali bertekuk lutut dari Chelsea akhir pekan lalu.
Mikel Arteta juga menjadi target pelecehan fans setelah kekalahan 2-0 dari rival London itu, di mana para fans mengadang mobil sang manajer yang hendak meninggalkan Emirates Stadium.
Belum pulih luka Arsenal, akhir pekan nanti mereka sudah harus menghadapi jawara Liga Primer Inggris Manchester City.
Bukannya memberikan dukungan moril, para suporter Arsenal malah beramai-ramai meneriakkan ejekan pada tim kesayangan mereka sepanjang 90 menit saat menghadapi pasukan Thomas Tuchel Minggu lalu.
Putri Edu, Maria Gaspar, akhirnya angkat suara bagaimana kelakuan para fans Arsenal yang menyerang dirinya secara pribadi, meski dia tak ada sangkut pautnya dengan sepakbola.
"Teman-teman, sayang sekali, jika terus berlanjut seperti ini, saya akan menonaktifkan komentar dari foto-foto saya dan membiarkan itu pada orang-orang yang saya ikuti, sebab saya tidak tahan, saya tidak tahan lagi dihina," tulis Maria Gaspar di Instagram.
"Setiap hari saya biasa menjawab orang-orang yang mengirimi saya pesan di direct message, tapi hari ini saya tidak mau lagi masuk ke sana, yang ada hanya makian," ungkapnya.
"Kesabaran saya ada batasnya, jika saya menjawab mereka semua, saya akan menghabiskan lebih dari sehari untuk kehilangan pikiran saya hanya karena itu, jadi saya mengabaikannya," katanya lagi.
"Ayah saya telah berada di kehidupan ini dalam waktu yang panjang, bersama kritik dan pujian. Tapi bagi saya, saya tidak terbiasa dengan itu dan ini adalah perkara yang sangat menyakitkan. Tapi, dari situlah bagaimana kami belajar," ujar Maria Gaspar.
"Hentikan mengirim saya direct message dengan mengatakan 'apa yang terjadi?' demi tuhan, baca dan Anda akan paham! Saya tidak punya kepala untuk menjelaskan satu per satu karena mereka terus menghina ayah saya, ada orang-orang yang masih menanyai saya 'mengapa mereka bersumpah serapah?'," bebernya.
"Lihat segala yang telah dimenangkan ayah saya, lihat segala yang ayah saya sudah beri [untuk Arsenal]. Saya di sini bukan untuk membahasnya. Saya tahu tentang potensi ayah saya dan segala hal tentang itu, tapi kami harus bertahan di kehidupan ini baik suka maupun duka, yang dipenuhi kritik dan pujian," tandasnya.


