EuROPAN: Spanyol Favorit Juara Euro 2016

Komentar()
Getty Images
Spanyol dinilai memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah dengan mengangkat gelar juara Euro ketiga kali secara beruntun di Prancis.

Pengantar redaksi: Menyambut pesta penyelenggaraan Euro 2016, redaksi Goal Indonesia akan menerbitkan kolom dari pengamat dan komentator sepakbola tanah air, Ronny Pangemanan, secara berkala dalam kolom "EuROPAN". Ikuti terus mulai dari laga pembukaan hingga final!

Ketika pesta sepakbola Euro 2016 di Prancis bergulir, topik dan pertanyaan yang paling menarik selalu muncul ke permukaan, "Siapa negara paling berpeluang menjadi juara dalam edisi ke-15 tahun ini?" 

Melihat peta kekuatan yang ada dan perkembangan sepak bola dengan tingkat kompetisi yang tertatur, serta prestasi klub-klub di kancah Eropa, tak terbantahkan jika Spanyol adalah negara yang paling kuat dan berpotensi besar tampil sebagai juara di Euro 2016.

Mengapa harus Spanyol ? Lupakan hasil pertandingan persahabatan melawan Georgia, dengan kekalahan yang dianggap sangat memalukan saat tim Matador itu ditundukkan 1-0 tim berperingkat 137 FIFA, di Stadion Alfonso Perez, Getafe, Madrid, Kamis (8/6) lalu. 

Hanya Spanyol yang mampu mencetak back-to-back di pentas Eropa.

Hasil Itu tak bisa dijadikan sebuah ukuran bahwa Spanyol akan terpuruk di Euro 2016. Kekalahan semacam itu perlu dialami oleh tim-tim besar seperti Spanyol, sekaligus menyadarkan mereka bahwa mereka bukan lah tim yang tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun. Georgia memberi pelajaran penting bagi tim asuhan Vicente Del Bosque sebelum mereka fokus dan berjuang di Euro 2016.

Spanyol tengah mengejar hat-trick, tiga kali merebut gelar juara secara beruntun dalam kurun waktu 12 tahun sejak mereka memukul Jerman di final pada 2008. Ini akan jadi pelengkap untuk mencetak sejarah sebagai negara pertama yang dapat meraih empat gelar juara. Gelar pertama direbut Spanyol tahun 1964 di kandang sendiri dengan mengalahkan Uni Soviet (sekarang Rusia) di partai puncak.  Tak ada satu negara pun yang bisa membuat back-to-back di pentas Eropa selain Spanyol yang melakukannya tahun 2008 dan 2012. 

Juara dunia 2014 Jerman boleh saja menjadi kekuatan di Eropa dengan prestasinya enam kali melaju ke final. Plus, tiga gelar juara yang mereka raih pada tahun 1972, 1980, dan 1996. Di samping itu, mereka pernah tiga kali runner-up  pada1976, 1992, dan 2008. Namun, saya pesimistis dengan kemampuan tim Panser untuk merebut gelar keempat di Euro 2016. 

Semangat Piala Dunia 2014 menghilang dari Jerman.

Ada yang hilang dari permainan attacking football ala Jerman sepeninggal Miroslav Klose dan Phillip Lahm pasca-Piala Dunia 2014. Meskipun demikian, Jerman tetap dianggap sebagai lawan berat yang bisa mengganjal Spanyol. Apalagi, dengan label mereka sebagai tim spesialis turnamen. Namun, pasukan Joachim Low ini tak bisa mengembalikan lagi semangat bermain sepakbola menyerang mereka seperti di Piala Dunia 2014.

Dengan tanpa mengecilkan Jerman, termasuk tuan rumah Prancis dan dua tim yang berpotensi juara seperti Inggris maupun kuda hitam Belgia, saya menempatkan Spanyol di atas semua kontestan yang hadir di Euro 2016. Bukan semata karena negara ini memiliki kualitas pemain terbaik dunia atau ditunjang dengan dominasi klub-klub Spanyol di pentas antarklub Eropa -- saat Sevilla dan Real Madrid berada di puncak Liga Europa dan Liga Champions. Lebih dari itu, Spanyol lebih diuntungkan dalam sistem undian Euro 2016.

Terhindarnya Spanyol dari Grup E yang dihuni Belgia, Italia, Swedia, dan Republik Irlandia, memberi keuntungan tersendir. Jalan mereka menuju final sangat terbuka. Sesuatu yang sangat berbeda dengan tim-tim besar lainnya, termasuk juara dunia Jerman yang akan melalui jalan berliku dan keras. Dengan masuk di Grup D bersama Kroasia, Republik Ceko, dan Turki, posisi Spanyol jauh lebih baik dibanding Italia yang harus melewati Belgia, Swedia, dan Irlandia.

Tetapi, Grup D juga tak bisa dianggap sebelah mata. Bukan mustahil Kroasia, Ceko, dan Turki memberi kejutan. Bagi Andres Iniesta dkk, yang terpenting mereka harus menjadi juara Grup D dan tidak boleh terpeleset menjadi runner-up grup. Dengan menjadi juara grup, jalan mereka akan terasa sejuk. Di babak 16 besar, Spanyol menunggu peringkat ketiga terbaik yang diambil dari Grup B/E/F. Siapa pun yang lolos dari Grup B/E/F, sepertinya tak sulit buat Spanyol untuk meneruskan langkahnya ke babak perempat-final.

Di sana, mereka menanti pemenang antara runner-up grup A dan runner-up Grup C. Semoga Prancis dan Jerman tak tergelincir di grup masing-masing. Jika Prancis dan Jerman menempati posisi kedua, mereka akan memberi tekanan serius bagi Spanyol di babak delapan besar. 

Dengan asumsi Prancis menjadi juara grup A, Inggris juara B, Jerman juara C, Belgia juara E, dan Portugal memuncaki grup F, Spanyol akan sangat tenang. Artinya, sampai babak delapan besar mereka bisa mengatasi tekanan yang ada bila yang mereka jumpai tim seperti Rumania, Swiss atau Albania yang muncul sebagai peringkat kedua Grup A. Atau pun Irlandia Utara, Polandia, dan Ukrania yang menjadi peringkat kedua Grup C. 

Inggris dan Portugal. Calon kuat lawan Spanyol di semi-final.

Lawan berat yang akan dihadapi Spanyol, bila tidak terjadi kejutan besar di babak perdelapan-final dan perempat-final, kemungkinan adalah Inggris atau Portugal. Di sinilah Sergio Ramos dkk harus kerja ekstra keras karena peluangnya menjadi 50-50. Kecuali, Inggris dan Portugal sudah tersisih di babak sebelumnya. Tentu saja, Spanyol akan lebih gampang mengatasi atmosfer di semi-final, siapa pun yang mereka lawan. 

Seandainya semua berjalan sesuai perkiraan, lawan Spanyol di final adalah salah satu di antara Prancis, Jerman, Belgia, atau Italia. Jalan Prancis kelihatan lebih mudah menuju semi-final, jika mereka jadi juara Grup A. Hanya, Inggris dan Portugal juga harus menjuarai grup dan tidak boleh menjadi runner-up

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Akan berbahaya buat Prancis di babak perdelapan-final jika Inggris dan Portugal hanya berada di peringkat kedua grup masing-masing. Langkah Paul Pogba dkk bisa berat berjumpa Inggris dan Portugal. Sedangkan Jerman diprediksi bakal jumpa Belgia atau Italia di babak perempat-final.

Dengan melihat situasi dan kondisi seperti ini, maka posisi Spanyol jelas diuntungkan sekaligus membuka peluang mereka menuju final dan kembali menjadi juara. Jika Spanyol berada di final, sulit bagi siapa pun untuk dapat menghentikan mereka mengingat mental juara yang mereka miliki. Untuk mengubur ambisi Spanyol, mereka harus dihentikan sebelum ke final. Tergantung sejauh mana Inggris dan Portgual siap secara mental untuk bisa menggusur Spanyol seandainya benar mereka berjumpa di semi-final.   

 

Tutup