England vs DenmarkGetty

Euro 2020, Turnamen Mayor Paling Menjemukan Juga Menegangkan

Setiap turnamen resmi, memiliki regulasi yang mengharuskan tim-tim yang terlibat di dalamnya memainkan babak extra-time untuk menentukan pemenang ketika laga waktu normal berakhir imbang.
Bahkan bisa hingga adu penalti bila dua kali babak perpanjangan waktu pun tak jua menemukan siapa pemenangnya. 
Sementara, pertandingan yang berjalan lebih panjang dari 90 menit, bisa menghadirkan kesan tersendiri di benak fans, entah itu menjemukan atau juga terasa menegangkan.
Euro 2020 contohnya. Sebagaimana dilansir Opta , ternyata Kejuaraan Eropa edisi kali ini lebih banyak menampilkan babak extra-time selama fase gugur dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Opta mencatat, di antara turnamen Euro dan Piala Dunia, hanya turnamen garapan FIFA edisi 1990 dan 2014 [masing-masing 8] yang memiliki laga extra-time lebih banyak dibanding Kejuaraan Eropa 2020 (7 extra-time ).
Di fase 16 besar lalu, ada empat pertandingan yang harus melewati 90 menit. Saat Italia menyingkirkan Austria, diperlukan ekstensi waktu untuk mengamankan kemenangan 2-1. 
Demikian juga saat menentukan pemenang antara Kroasia dan Spanyol dalam laga yang terbilang mendebarkan, berakhir kemenangan 5-3 bagi La Furia Roja
Tak ubahnya saat Ukraina mengeliminasi Swedia 2-1, yang membutuhkan perjuangan panjang hingga dua kali tambahan waktu. Bahkan, Prancis versus Swiss mesti ditentukan lewat adu penalti setelah laga berakhir imbang 3-3 dari waktu normal hingga extra-time .
Di babak perempat-final, langkah mengejutkan Swiss dihentikan Spanyol lewat babak adu penalti setelah duel ini berakhir imbang 1-1 di waktu normal sampai dua kali perpanjangan waktu.
Teraktual, Italia dan Inggris harus menapaki babak puncak Euro 2020 melalui pertarungan panjang, dengan Gli Azzurri lolos berkat kemenangan adu penalti menghadapi Spanyol, sementara The Three Lions menendang Denmark lewat babak extra-time .
Idealnya, pertandingan memang dituntaskan di sepanjang waktu normal. Tapi, unsur drama dalam sepakbola terkadang dibutuhkan sebagai 'bumbu' yang menyemarakkan kompetisi, dan biasanya hal ini terjadi di babak extra-time atau adu penalti.
Iklan
0