Kemenangan besar atas Al-Taawoun ternyata tak cukup untuk meredakan kemarahan para pendukung Al-Hilal terhadap pelatih asal Italia, Simone Inzaghi, setelah tim meraih kemenangan telak dengan skor enam gol tanpa balas dalam laga pekan ketujuh Liga Roshn Pro, hasil terbesar sepanjang sejarah pertemuan kedua tim di kompetisi tersebut.
Meski tampil menyerang dengan mengesankan dan meraih hasil telak yang menempatkan Al-Hilal di puncak sorotan, sebagian pendukung menolak menganggap laga itu sebagai bukti membaiknya sang pelatih atau keberhasilan proyeknya bersama tim. Mereka menegaskan bahwa sikap mereka terhadap Inzaghi tidak terkait dengan hasil satu pertandingan saja, sebesar apa pun itu.
Baca juga: Video: Chelsea Terus Kehilangan Poin usai Tumbang Mengejutkan di Tangan Hull City
Melalui platform "X", para pendukung Al-Hilal melanjutkan kritik mereka terhadap sang pelatih asal Italia itu. Salah seorang pendukung menulis: "Sekalipun kita mencetak 10 gol, aku tak percaya padanya", sebuah isyarat jelas bahwa enam gol itu tidak mengubah keyakinannya tentang kemampuan Inzaghi memimpin tim di ajang-ajang besar.
Pendukung lain mengkritik kemenangan besar tersebut, menganggap bahwa hasil itu tidak selalu mencerminkan kekuatan Al-Hilal. Ia berkata: "Hasil ini 50% karena Al-Taawoun buruk, bukan karena Al-Hilal menakutkan", sementara pendukung ketiga menegaskan bahwa Al-Taawoun bukanlah ujian sesungguhnya untuk menilai sang pelatih, dengan berkata: "Al-Taawoun bukan tolok ukur untuk melihat Inzaghi hebat, dan aku tetap pada ucapanku bahwa Inzaghi harus keluar."
Enam Gol Tak Mengubah Keyakinan, Kemarahan Berlanjut
Kritik semakin tajam, dengan sebagian pendukung menolak menjadikan enam gol itu sebagai alasan untuk menunda pembicaraan soal kepergian Inzaghi. Mereka menganggap bahwa sang pelatih hingga kini belum memberikan cukup bukti untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya adalah orang yang tepat untuk memimpin skuad dengan sederet bintang sebanyak itu.
Salah seorang pendukung Al-Hilal bahkan melangkah lebih jauh, menganggap bahwa hasil ini bisa memberi tim rasa aman yang palsu. Ia berkata: "Jangan terkecoh oleh kemenangan ini, semua klub telah mengambil jatahnya dari Al-Taawoun", seraya meminta agar enam gol itu tidak diperlakukan sebagai bukti mutlak berkembangnya tim di bawah asuhan sang pelatih asal Italia.
Para pendukung juga melontarkan kritik tajam terhadap cara Inzaghi memperlakukan sejumlah pemain, menganggap ada pemain yang justru bersinar setelah pergi atau dijauhkan dari rencananya, sesuatu yang mendorong salah seorang pendukung menyebut sang pelatih sebagai "pelatih penghancur, bukan peraih gelar", sebuah kritik yang mencerminkan besarnya ketidakpuasan atas kiprahnya bahkan ketika meraih kemenangan.
Sebaliknya, sebagian pendukung lain berpendapat bahwa penilaian terhadap sang pelatih asal Italia itu tidak boleh dilakukan hanya melalui satu pertandingan. Namun, suara-suara yang menuntut kepergiannya tampak jelas setelah kemenangan enam gol tersebut, di mana salah seorang pendukung menulis: "Pandanganku terhadap Inzaghi tidak akan berubah, dia tidak boleh terus memimpin Al-Hilal.. selesai."
Dengan demikian, enam gol ke gawang Al-Taawoun berubah dari sekadar kemenangan besar menjadi ujian baru bagi popularitas Inzaghi di tribun biru, setelah reaksi para pendukung membuktikan bahwa hasil, sekejam apa pun bagi lawan, tak cukup dengan sendirinya untuk menutup berkas sang pelatih, di tengah masih adanya sebagian pendukung yang menuntut kepergiannya.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"






