Sevilla kembali menelan kekalahan. Menyatroni Martinez Valero, markas Elche, tim tamu harus mengakui superioritas tuan rumah 2-1.
Hasil negatif ini merupakan kekalahan kedua berturut-turut pasukan Julen Lopetegui. Kendati begitu, mereka masih terhitung aman di posisi empat besar klasemen sementara.
Sevilla masih memegang keunggulan enam poin dari rival terdekat Real Sociedad - penguasa posisi kelima - setelah menjalani 25 pertandingan.
Namun, jika target akhir musimnya adalah finis melebihi ekspektasi spot terakhir Liga Champions, Sevilla kini tertinggal lima angka dari Real Madrid yang berada persis satu setrip di atas mereka, dan dengan Barcelona lebih jauh lagi: selisih delapan poin.
Setelah babak pertama berjalan menjemukan alias tanpa gol, di babak kedua Elche benar-benar menunjukkan taringnya.
Statusnya sebagai pejuang degradasi tidak menyurutkan keberanian mereka menghadapi tim papan atas.
Menginjak menit ke-70, kebuntuan pertandingan pun retak. Berawal dari kreasi Fidel, dituntaskan dengan apik oleh Raul Guti untuk mengubah angka kacamata di papan skor jadi 1-0.
Gol ini memantik konfidensi pasukan Fran Escriba. Hanya berjarak enam menit dari gol pembuka, gawang Sevilla kembali terkoyak. Kali ini, giliran kerja sama Josan dan Guido Carrillo, yang lantas memudahkan nama terakhir untuk mencetak gol kedua Elche.
Sevilla baru tersentak di pengujung pertandingan ketika umpan Marcos Acuna dapat dikonversi dengan baik oleh Luuk de Jong untuk memperkecil ketinggalan. Waktu sisa yang sangat sempit membuat tim tamu pasrah tumbang 2-1.
Pejuang degradasi lainnya, Eibar, gagal mendulang kemenangan saat melawat ke rumah Cadiz di Ramon de Carranza. Sejatinya kemenangan bisa membuat Eibar merangsek ke zona aman.
Namun, sebiji gol Alvaro Negredo di menit ke-40 cukup bagi tuan rumah untuk membungkus tripoin, hasil yang juga membuat Cadiz memperbaiki posisi dengan sekarang berada di tangga ke-14, mengoleksi 28 poin.
