Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt

Tinggalkan Persib Bandung, Federico Barba kenang Bobotoh & atmosfer sepakbola Indonesia

Barba resmi memulai lembaran baru dalam kariernya. Usai mengantarkan Persib menjuarai Super League musim lalu, pemain berusia 33 tahun itu memutuskan pulang ke Italia dan bergabung dengan klub Serie B, Palermo.

Keputusan sang bek untuk merapat ke Sisilia bukanlah hal yang sulit. Status Palermo sebagai salah satu klub paling bersejarah di kancah sepakbola Italia menjadi salah satu alasan baginya saat mengambil langkah tersebut. Selain itu, ia juga mengaku sangat antusias bermain di bawah asuhan legenda negaranya, Filippo Inzaghi

"Palermo adalah klub bersejarah di Italia," aku Barba dalam wawancara eksklusifnya bersama GOAL. "Bisa dibilang sejarahnya sudah berbicara sendiri, sejarah yang fantastis. Jelas ini adalah keputusan yang sangat mudah. Pastinya faktor pelatih juga, yang saya kenal baik dan saya tahu kualitasnya. Itu sangat memengaruhi [keputusan] saya. "

Meski telah berpisah dengan Bandung, Barba juga mengungkapkan bahwa dirinya masih memelihara komunikasi yang erat dengan mantan pelatihnya, Bojan Hodak.

"Ya, mereka berdua [Inzaghi dan Hodak] adalah sosok yang luar biasa. Bahkan saya masih sering berkomunikasi dengan Bojan. Mereka sangat mirip dalam mengelola tim, dan sangat bagus dalam hal itu," ungkap Barba.

Bobotoh Flare - Persib Bandung (Piala Presiden 2022)Istimewa

Gairah Bobotoh setara derby Roma

Pengalaman bermain di hadapan ribuan suporter Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Barba. Ia menyandingkan fanatisme pendukung di Indonesia, khususnya Bobotoh, dengan gairah suporter di Italia, bahkan menyebutnya mirip dengan atmosfer panas Derby della Capitale antara AS Roma dan Lazio.

"Kita juga bisa membandingkan hal ini dengan Palermo," ucap sang bek. "Di Indonesia, ada gairah luar biasa untuk sepakbola. Orang-orang hidup dengannya. Mereka bangun di pagi hari dan hanya memikirkan hal itu dan Anda bisa menyerapnya, dari sisi kami Anda bisa merasakannya dengan jelas dari lapangan. Jadi dukungan fans selalu sangat membantu kami.

Ditanya soal rivalitas Persib dan Persija Jakarta, Barba mengatakan: "Jujur sulit. Bagi yang mengikuti sepakbola Italia, mereka selalu membandingkannya dengan Roma-Lazio dalam hal rivalitas. Tapi setelah berada di sana, rasanya tetap agak berbeda karena sebenarnya mereka menjalaninya seperti laga hidup dan mati secara umum.

"Jadi memang sangat emosional memainkan dan merasakan laga itu. Intinya dukungan publik dan semua orang yang selalu mendampingi, menang atau kalah itu sangat berpengaruh. Saya ingin mendoakan mereka karena sayangnya laga berakhir buruk [Persib kalah dari Persija], jadi saya berharap agar mereka langsung bangkit"

Persib BandungAFC

Cinta untuk Maung Bandung

Meski kini telah berseragam Palermo, Barba tetap memantau perkembangan mantan klubnya di Indonesia tersebut. Menutup wawancaranya, mantan pemain Roma dan Empoli tersebut mengirimkan pesan emosional kepada para pendukung setia Persib. Ia mengaku merasa sangat dihargai dan dihormati selama kariernya di Bandung.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh fans dan semua Bobotoh, itu sebutan mereka," ujar Barba. "Dan saya ingin berterima kasih sekali lagi karena mereka sangat fantastis, bahkan sampai sekarang pun saya masih merasakan kedekatan mereka.

"Saya ingin menyampaikan peluk hangat untuk semuanya, dan jelas mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka karena mereka telah memperlakukan saya seperti bagian dari mereka, dan mereka pantas mendapatkan yang terbaik. Terima kasih."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google