Klub MLS Atlanta United mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memecat pelatih kepala Gabriel Heinze, yang baru menjalani 13 pertandingan di musim reguler.
Mantan bek Manchester United dan Real Madrid itu mencatat rekor dua kemenangan, empat kali imbang dan tujuh kekalahan di MLS sebagaimana ia berseteru dengan striker bintang Josef Martinez di minggu-minggu jelang pemecatannya.
Atlanta pada akhirnya mendepak Heinze setelah hanya beberapa bulan, dengan mereka merujuk pada "berbagai masalah yang berkaitan dengan kepemimpinan tim sehari-hari yang membuat klub mengambil keputusan ini".
Pernyataan Resmi Atlanta
“Ini jelas bukan keputusan yang ingin kami buat pada saat ini di musim kami, tetapi ini adalah keputusan yang tepat untuk klub,” kata presiden Atlanta United Darren Eales.
“Gabi adalah pelatih bertalenta dan sangat bergairah dengan keahliannya serta olahraga sepakbola. Kami berterima kasih kepadanya atas jasanya; dan mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan.”
Apa Yang Keliru?
Selain hasil buruk di lapangan yang membuat Atlanta duduk di peringkat sepuluh Wilayah Timur, Heinze juga berselisih dengan Martinez, yang telah membuktikan dirinya sebagai bintang terbesar klub dalam kariernya yang masih muda.
Martinez, yang berhasil mencetak 79 gol dalam 91 kariernya di MLS, disuruh berlatih sendiri dalam beberapa pekan terakhir selagi Heinze menyebut itu sebagai "keputusan pelatih".
Bintang Venezuela itu tidak tampil dalam kekalahan Atlanta dari New England Revolution pada akhir pekan kemarin, dengan Heinze mengatakan setelah pertandingan bahwa dia tidak takut dipecat.
“Saya berbicara dengan Darren Eales dan Carlos Bocanegra setiap hari,” kata Heinze hanya sehari sebelum pemecatannya. “Saya mengerti posisi mereka. Tapi mereka selalu bersama saya. Mereka selalu melihat bagaimana kita melakukan sesuatu.
"Saya tidak akan berubah pikiran jika terjadi sesuatu. Saya tidak butuh dukungan. Yang saya rencanakan adalah terus bekerja."
Perjalanan Heinze Ke Atlanta
Mantan bek itu membuktikan dirinya sebagai salah satu pelatih top di Amerika Latin dalam beberapa tahun terakhir bersama Argentinos Juniors dan Velez Sarsfield.
Dia memimpin tim pertamanya untuk promosi sebelum mengundurkan diri dan mengambil alih nama terakhir beberapa bulan kemudian -- membawa mereka ke dua kualifikasi Copa Sudamericana berturut-turut.
Heinze memilih mundur pada akhir musim 2019/20 dan mengambil alih Atlanta United.
Ia menggantikan peran Frank de Boer, yang dipecat karena juga gagal memimpin juara Piala MLS 2018 itu mendekat ke puncak MLS seperti pendahulunya, Gerardo 'Tata' Martino.
