Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona Alex Song sukses menjuarai Djibouti Premier League bersama AS Arta/Solar7 untuk musim kedua berturut-turut pada akhir pekan kemarin.
Mantan pemain internasional Kamerun berusia 33 tahun itu meraih gelar tersebut setelah timnya mengalahkan Arhiba dengan skor 12-1 di liga papan atas.
Kemenangan itu membuat Arta meraih 45 poin dari 18 pertandingan, sepuluh lebih banyak dari Port yang berada di posisi kedua dan CF GR/SIAF yang menghuni urutan ketiga.
Melawan Arhiba, Arta dan Song menikmati keunggulan 6-1 di jeda babak pertama sebelum mereka mencetak enam gol lagi di babak kedua untuk memastikan kemenangan yang meyakinkan.
Song, yang bergabung dengan klub Djibouti itu pada November 2020 sebagai bebas agen setelah dilepas oleh klub Liga Super Swiss Sion pada Maret 2020, membagikan kebahagiaannya di Instagram.
“Terima kasih, teman-teman, kami melakukan pekerjaan dengan baik,” tulis Song di unggahannya yang disertai dengan foto dirinya yang sedang memegang trofi.
Musim lalu, Song membantu Arta meraih gelar perdananya setelah mengamankan kemenangan 4-2 melawan Port, yang memberi mereka keunggulan 11 poin di puncak klasemen dengan dua pertandingan tersisa untuk dimainkan.
Song sendiri kenyang pengalaman bermain di Eropa, dengan ia sempat memperkuat klub besar macam Arsenal sebelum ditebus Barcelona di angka €15 juta pada 2012.
Sang gelandang juga menjadi anggota Singa Indomitable Kamerun di Piala Dunia 2010 dan 2014. Dia dipanggil untuk Piala Afrika 2010 dan merupakan satu-satunya pemain Kamerun yang masuk dalam Tim Terbaik Turnamen.
Song, yang juga memiliki paspor Prancis, adalah keponakan dari mantan pesepakbola Rigobert Song.
Pada 6 Januari 2015, Song mengumumkan pensiun dari pentas internasional di usia 27 dan mendapatkan 49 caps, dengan ia ingin fokus membangun kembali karir domestiknya bersama West Ham United
Di musim kali ini, tim Arta telah memenangkan 14 pertandingan, seri tiga kali, dan kalah satu kali.
Karena memenangkan liga musim lalu, Arta turut ambil bagian di Liga Champions Afrika di mana mereka mencapai babak penyisihan dan menghadapi Tusker dari Kenya.
Namun, Arta tidak bisa melaju jauh karena mereka kalah agregat 4-1 melawan juara Kenya. Setelah mengamankan hasil imbang 1-1 di leg pertama di Djibouti, Tusker membalikkan keadaan untuk memenangkan leg kedua lewat skor 3-0 di Nairobi.




