Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Edy Rahmayadi - PangkostradFarabi/Goal

Liga 2 2019: Edy Rahmayadi Gusar Logo PSMS Medan Dipermasalahkan


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN

Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi gusar dengan permasalahan loho klub yang tidak kunjung selesai, sehingga mengakibatkan sejumlah sponsor menarik diri demi menghindari gugatan hukum.

Kegusaran Edy ini disampaikan dalam pertemuan dengan pengurus, suporter, dan anggota klub PSMS kemarin. Merek dan logo PSMS saat ini diperebutkan antara PT Kinantan Medan Indonesia dan PT Pesemes.

Menurut Edy, logo PSMS sudah ada sejak 1950. Sementara hak paten didaftarkan pada 2013 oleh PT Pesemes yang mengaku pemilik sah nama dan logo PSMS.

“Bagaimana perusahaan mau datang kalau ribut saja. Ada yang mau bantu malah dipanggil pihak berwajib. Dualisme, tigalisme, itu-itu saja masalahnya. Sekarang pertanyaannya, mau dibawa ke mana PSMS ini?” cetus Edy.

“Kalau ada uang kalian silakan sumbang. Kalau enggak ada, berdoa aja. Ini berdoa pun enggak mau, malah ribut-ribut. PSMS ini cuma satu kelemahannya, pengurusnya yang ribut, bukan pemainnya. Suporter juga jangan diam saja. Kawal PSMS.”

“Logo itu milik sesepuh PSMS. Milik rakyat Sumut, bukan milik perorangan. Sudah final PSMS milik rakyat Sumut. Aneh ini ada orang yang melaporkan ke Polda, dan bilang PSMS ini punya dia. Sejak TK [taman kanak-kanak] saya sudah dibawa nonton ke Teladan.”

Edy menambahkan, pihak yang mengklaim pemilik sah merek dan logo PSMS sebaikan memperlihatkan keseriusan mereka untuk mengelola klub, dibandingkan hanya mempermasalahkan hal yang sama berulang-ulang.

“Siapapun yang mau jadi ketua umum PSMS bisa sekarang saya resmikan. Tak usah ribut-ribut. Panggil notaris, tanda tangan. Saya akan sujud syukur. Tapi harus serius, jangan main-main,” tegas mantan ketua umum PSSI itu.

“PSSI saya lepas, kalau PSMS, bertemu saya dulu, karena PSMS di hati saya. Siapa mau jadi ketua, bersumpah di depan saya, saya kasih, karena waktu saya tak cukup. Tahun 2023 nanti sudah ada stadion baru di Deliserdang, dananya Rp2 triliun lebih. Kita sudah harus berpikir besar, jangan itu-itu saja.” (gk-71)

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google