Penyerang Edinson Cavani mengungkapkan kepada Inside United bahwa ia pernah punya kesempatan merapat ke Manchester United jauh sebelum ini.
Pemain internasional Uruguay itu pindah ke Old Trafford pada musim panas kemarin setelah kontraknya di Paris Saint-Germain tidak diperpanjang.
Cavani dikenal sebagai striker tajam dan merupakan topskor PSG sepanjang masa, dengan ia kemudian dipinang Setan Merah untuk durasi kontrak satu tahun hingga Juni 2021 ditambah opsi perpanjangan setahun lainnya.
Akan tetapi, kariernya bisa saja berbeda andai ia menerima tawaran United ketika memperkuat Palermo di usianya yang masih sangat muda.
Ia mengatakan: “Bayangkan saja [apa yang terjadi jika saya gabung United waktu itu]!” ujarnya sembari tersenyum. “Saya tidak ingat dengan pasti apa yang terjadi. Saya hanya ingat waktu itu ada rumor mengenai satu atau dua tim, tapi, jika saya punya kesempatan [untuk gabung United], saya pasti mengambilnya, tentu saja, tanpa berpikir panjang.
“Saya tidak ingat pasti apakah United ikut mengejar. Namun yang saya ingat adalah, saya waktu itu hendak pergi ke Piala Dunia di Afrika Selatan, dan selama turnamen, saya berbincang dengan Napoli, dan ya, bilang ke mereka bahwa jika mereka punya keyakinan pada saya dan menginginkan saya - rasa percaya dan kepercayaan itu sangat berarti bagi saya - dan saya membuat keputusan dan setelah Palermo saya merapat ke Napoli.”
Di kesempatan sebelumnya bersama Inside United, Cavani membagikan kisah soal rasanya bermain dengan sosok seperti Neymar, Kylian Mbappe dan Zlatan Ibrahimovic.
Ia menambahkan: “Ya, saya cukup beruntung untuk bermain bersama sejumlah pesepakbola hebat. Dan ketika Anda bermain dengan pemain top, itu membuat Anda tumbuh dan berkembang.
“Saya selalu punya tekad untuk berkembang dan mengembangkan permainan saya, dan mengambil sesuatu dari satu pemain atau lainnya.
“Jika saya mulai merinci atribut mereka, saya yakin ini akan jadi wawancara yang panjang karena mereka semua punya kualitas individu.
“Anda punya pemain seperti Zlatan yang sangat kompetitif. Dia selalu siap untuk bertarung dan dia sangat benci kekalahan. Tidak ada dari kami yang suka kalah namun dia selalu menunjukkan itu, lewat karakternya dan pribadinya.
“Saya juga bermain dengan Ney, selain Kylian. Semua orang tahu soal Ney, dia punya sihir di kakinya. Kylian punya skill dan teknik hebat serta kecepatan. Mereka adalah pemain papan atas.”


