Eder mengaku khawatir melihat nasib Inter Milan di masa yang akan datang setelah mereka melepas beberapa pemain bintang seperti Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi.
Selain itu, Nerazzurri juga ditinggal pelatih yang sukses membawa klub meraih Scudetto musim lalu, Antonio Conte. Terbaru, manajer Lele Oriali juga memutuskan cabut dari Giuseppe Meazza karena satu dan lain hal.
Eder, yang merupakan eks striker Inter, ikut merasakan ancaman terhadap masa depan bekas klubnya itu setelah dia mendapati tim yang dibelanya, Jiangsu Suning, mengalami kebangkrutan usai juara Liga Super Tiongkok.
Lebih lanjut, Eder khawatir Suning selaku pemilik akan menghancurkan Inter yang telah berdiri selama 113 tahun. Sang striker merupakan bagian dari Inter di awal-awal kepemimpinan konsorsium Tiongkok tersebut.
"Ketika kompetisi berakhir, mereka tidak memberi kami penjelasan apa pun, mereka tidak pernah membalas pesan kami," tutur Eder kepada Mediaset, menceritakan bagaimana Jiangsu Suning mengalami kebangkrutan lalu bubar.
"Mereka memberitahu kami: 'kami dalam masalah, kami akan membayar kalian dalam lima sampai sepuluh tahun'," jelas Eder.
"Mereka mulai menjual [beberapa pemain bintang klub] untuk mendapatkan uang," ungkapnya.
"Ketika saya mulai mendapati adanya perpisahan dengan Conte, disusul Oriali, saya tidak ingin terjadi pada Inter apa yang terjadi pada Jiangsu Suning, sekalipun jika perbandingannya sulit," urainya.
Meski demikian, Eder mendengar langsung dari kapten Inter Samir Handanovic bahwa klub sekarang telah berada dalam kondisi yang lebih stabil dan siap mengarungi musim baru dengan sebaik mungkin.
"Namun, saya mendengar dari Handanovic, dan dia memberitahu saya bahwa tidak akan pernah ada masalah di sini. Saya pun bahagia dengan tim ini," tandas Eder.


