Winger Chelsea Eden Hazard menjalani caps yang ke-100 bersama tim nasional Belgia setelah namanya masuk ke dalam starting XI lawan Siprus di kualifikasi Euro 2020, Senin (25/3) dini hari WIB.
Hazard menjadi pemain ketiga yang menjalani penampilan satu abad itu untuk Belgia, setelah Jan Vertonghen (112) dan Axel Witsel (101).
Hazard bermain untuk pertama kalinya buat timnas pada November 2008 ketika ia masih remaja di Lille. Ia kemudian mendapat kepercayaan bermain di skuat senior, meski masih sangat muda, dan menjadi anggota penting di dalam "generasi emas" Belgia. Genarasi inilah yang mengakhiri absen timnas dari Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa.
Belgia kembali tampil di Piala Dunia pada 2014 setelah tidak terlibat dalam dua edisi sebelumnya, sedangkan kualifikasi untuk Euro 2016 mengakhiri 16 tahun absen dari kompetisi ini.
Pada tahun lalu, Belgia menikmati penampilan terbaik mereka di Piala Dunia ketika mampu finis di urutan ketiga. Hazard berhasil mencetak tiga gol dari enam pertandingan dan memenangkan Bola Perak, penghargaan yang diperuntukkan bagi pemain paling impresif kedua di turnamen terakbar di dunia itu.
Gelandang Luka Modric mengalahkan Hazard untuk memenangkan Bola Emas, dengan Kroasia finis sebagai runner-up setelah kalah di tangan Prancis di final.
Jelang pertandingan lawan Siprus, pelatih Belgia Roberto Martinez berkomentar tentang Hazard.
"Seratus pertandingan adalah angka yang mengesankan bagi seseorang dengan usia muda 28 tahun," ujar Martinez kepada wartawan.
"Itu menunjukkan betapa luar biasanya pria dan pesepakbola Eden. Ini adalah contoh bagi semua orang dengan dedikasi dan komitmen ini."
Goal Indonesia
AA

