Paul Scholes, mantan bintang Manchester United, mengkritik arah kebijakan Chelsea di bursa transfer musim panas, dengan menilai bahwa Chelsea telah beralih dari ketergantungan berlebihan pada pemain-pemain muda menjadi merekrut elemen-elemen senior yang mungkin tak akan mendapatkan menit bermain yang cukup.
Pernyataan Scholes ini muncul di saat Chelsea berupaya mengubah arah setelah musim yang penuh gejolak yang berakhir dengan kegagalan lolos ke kompetisi Eropa.
Alih-alih terus mendatangkan bakat-bakat dari Eropa dan Amerika Selatan, klub justru berfokus pada pemain-pemain yang memiliki pengalaman di Liga Primer Inggris, dan Morgan Rogers serta Maxence Lacroix menjadi contoh paling menonjol dari arah kebijakan ini.
Alonso, yang menjabat sebagai direktur teknik dan bukan sekadar pelatih, memperoleh pengaruh yang lebih besar dalam urusan perekrutan dan pelepasan pemain. Setelah klub gagal mendatangkan Granit Xhaka, pelatih asal Spanyol itu memainkan peran utama dalam perekrutan Danny Welbeck dan Jordan Henderson, dengan tujuan memperkuat kepemimpinan di dalam ruang ganti, terutama sejak kepergian Thiago Silva.
Situs Metro mengutip keraguan Scholes soal seberapa besar dampak kedua transfer tersebut jika keduanya tidak bermain secara reguler, di mana ia berkata dalam program "The Overlap": "Saya merasa Chelsea beralih dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya. Anda punya sekelompok pemain berusia 21 tahun, dan yang dibutuhkan adalah menambahkan elemen berusia 28 atau 29 tahun, tetapi Anda malah merekrut pemain yang mendekati usia 37 atau 38 tahun."
Ia menambahkan: "Saya bisa memahami transfer Xhaka, sebab ia masih pemain bagus dan tampil luar biasa di Piala Dunia. Adapun Welbeck dan Henderson, dampak terbesar mereka akan ada di sesi latihan, karena mereka tidak akan bermain sepanjang waktu, terutama Henderson. Dan jika Chelsea memang punya uang (untuk dihamburkan) dengan cara seperti ini, itu urusan mereka."
Carragher ikut angkat bicara
Scholes mendapat dukungan dari Jamie Carragher, yang secara khusus merasa heran dengan perekrutan Henderson, mantan rekan setimnya di Liverpool yang berusia 36 tahun, dan yang sejak meninggalkan Anfield menjalani pengalaman-pengalaman singkat bersama Al-Ettifaq Arab Saudi, Ajax, dan Brentford.
Carragher mengatakan bahwa perekrutan Lacroix dari Crystal Palace masuk akal, mengingat Chelsea memiliki sejumlah besar bek muda, tetapi ia mempertanyakan sejauh mana Henderson dan Welbeck mampu mengatasi persoalan tim di dalam lapangan, di antaranya banyaknya kartu merah dan gagal mempertahankan keunggulan.
Musim lalu Chelsea mencatat rekor klub dengan meraih delapan kartu merah, dan juga menyia-nyiakan keunggulan mereka di sejumlah pertandingan.
Carragher menambahkan: "Keduanya akan memberi sesuatu di luar lapangan, tetapi Chelsea butuh pengalaman di dalam lapangan. Mereka mungkin bermain di 10 atau 15 menit terakhir untuk membantu menjaga hasil, tetapi kehadiran pemain berusia 28 atau 29 tahun, seperti Youri Tielemans, akan jauh lebih bermanfaat."
Carragher menilai bahwa transfer pemain Crystal Palace itu lebih bernilai ketimbang perekrutan Henderson, karena Chelsea membutuhkan pengalaman di dalam pertandingan, bukan hanya di dalam ruang ganti.





