Perombakan pemain asing PSMS Medan menjelang putaran kedua Liga 1 208 tidak hanya berlaku kepada Sadney Urikhob. Manajemen bersama staf pelatih terus memantau legiun asing lainnya sebelum mengambil keputusan.
Setidaknya dua pemain asing yang belakangan ini menjadi sorotan berada dalam posisi tidak aman, yaitu Dilshod Sharofetdinov dan Wilfried Yessoh. Perkembangan mereka akan dilihat dalam empat pertandingan sisa putaran pertama.
Sekretaris klub Julius Raja mengungkapkan, mereka membutuhkan pemain asing berpostur tinggi, dan pekerja keras. Kendati Dilshod memiliki postur jangkung, pemain asal Uzbekistan itu terkesan lamban.
“Kami melihat Dilshod dan Yessoh belum maksimal. Kami menginginkan pemain bertipe pekerja keras. Kalau performa mereka tidak membaik, kami akan setop kontraknya,” tegas Raja.
Raja menambahkan, ada tiga pemain asing yang dibidik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Urikhob. Manajemen sudah melakukan komunikasi, namun mereka harus menjalani seleksi terlebih dulu. Meski hanya mencari satu orang, tak menutup kemungkinan seluruh pemain itu akan menggantikan legiun asing tersisa.
“Ada tiga pemain yang mau kami datangkan, dari Argentina dan Brasil. Sudah ada pembicaraan, dan mereka siap datang 21 Juni nanti. Ada satu pemain yang berpostur 1,89 meter. Kalau mereka ternyata bagus, tidak menutup kemungkinan mencoret Dilshod dan Yessoh,” tegas Raja.
“Tentunya sekarang kami lebih selektif, tidak mau salah pilih. Mereka akan trial dulu paling lama seminggu. Kami tidak mau sign kontrak secara langsung seperti kemarin.”
Sementara ketua umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, berharap pemain pengganti harus lebih baik dan haus gol. Lawren meminta manajemen dan jajaran pelatih PSMS tidak hanya selektif memilih legiun asing, tapi juga penggawa lokal.
“Kami berharap manajmen dan pelatih bisa lebih selektif dalam mendatangkan pemain baru, mau itu lokal atau asing. Yang penting kualitasnya bagus,” kata Lawren. (gk-71)

