Karteker pelatih Sriwijaya FCSubangkit mengakui keunggulan Madura United yang telah membuat dua skema mereka tak berjalan baik, sehingga takluk 2-1 di Stadion H Agus Salim kemarin sore.
Pada pertandingan ini, Subangkit mengawalinya dengan menumpuk pemain di sektor tengah memakai formasi 3-5-2. Namun harapan permainan Sriwijaya FC menjadi bagus tidak terwujud.
“Karena ada Hadji [Mahamadou Alhadji], saya mencoba sistem [permainan] dengan 3-5-2. Tapi tidak berjalan bagus, karena bola ke depan selalu hilang. Lini tengah kesulitan, karena kami kalah di sektor ini, akibatnya kami tumpul di depan,” jelas Subangkit.
Subangkit akhirnya mengganti skema itu di babak kedua menjadi 4-4-2. Performa Sriwijaya FC mengalami peningkatan, walau kebobolan dua gol. Mereka juga baru bisa mencetak gol di menit akhir melalui eksekusi penalti Alan Henrique.
“Kami kemudian mengubahnya dengan empat pemain di belakang di babak kedua. Kami bisa mengimbangi, dan keluar menyerang. Tapi kami kecolongan lewat serangan balik. Kami akhirnya bisa mencetak gol,” ujar Subangkit.
“Hasilnya memang tidak memuaskan. Saya melakukan perubahan dan mencoba sistem bermain dengan materi yang ada saat ini. Taktik itu juga untuk mengantisipasi kecepatan lawan.”
Goal Indonesia


