Pierre-Emerick Aubameyang Arsenal 2019-20Getty

Dua Alasan Arsenal Tak Akan Pecat Unai Emery

Arsenal tampaknya tidak akan mengambil keputusan untuk memecat manajer Unai Emery dalam waktu dekat. Setidaknya, ada dua alasan yang dapat membenarkan tindakan klub itu.

Posisi pria Spanyol itu di Emirates Stadium memang semakin tersudutkan menyusul hasil negatif yang kembali dipetik The Gunners bersamanya. Teraktual, Arsenal menelan kekalahan memalukan dari Eintracht Frankfrut di Emirates. 

Sempat dalam keadaan unggul duluan melalui gol Pierre-Emerick Aubameyang di babak pertama, Meraim London gagal mempertahankan kedudukan di paruh kedua seiring Daichi Kamada mencuat secara spartan untuk membalikkan keadaan sekaligus mempersembahkan kemenangan bagi timnya, 2-1.

Torehan negatif menghadapi Frankfurt ini pun menjadikan Arsenal enam kali tumbang saat bentrok dengan utusan Jerman di kandang sendiri dalam ajang Eropa, kekalahan terbanyak yang diderita klub London Utara dibanding kala melawan tim-tim dari negara lain.

Dalam rentetan tujuh partai terakhirnya, Arsenal tak pernah mendulang kemenangan -- tiga kali kalah dan empat kali bermain imbang.

Pierre-Emerick Aubameyang Arsenal 2019-20GettyDaichi Kamada Eintracht Frankfurt Arsenal 27112019

Para pimpinan Arsenal tak menutupi kekhawatirannya terkait laju klub mereka di bawah komando bekas manajer Paris Saint-Germain dan Sevilla tersebut. Beberapa kandidat suksesor pun sempat masuk ke dalam meja direksi Arsenal.

Namun, penunjukkan pelatih baru sepertinya jauh panggang dari api. Ada dua faktor yang dikemukakan legenda Arsenal Martin Keown mengapa klub sulit melengserkan Emery dalam waktu dekat.

Pertama, alasan minimnya pelatih pengganti top yang siap pakai. Kedua, klub tidak ingin memperlihatkan gelagat panik seperti yang dilakukan tetangganya, Tottenham Hotspur.

"Dengan hati yang tulus, saya berharap tidak [Emery dipecat akhir pekan ini]. Dia adalah pelatih yang baik. Jujur saja saya berharap, dia bisa membalikkan situasi," tutur Keown kepada BT Sport, saat ditanya apakah Emery akan didepak sebelum lawatan ke Norwich City Minggu ini.

"Dia kehilangan cara, tapi saya menilai, dia akan mendapatkan waktu karena saya tidak yakin ada pelatih yang siap pakai untuk menggantikannya dan klub tidak ingin terlihat panik," jelas Keown.

Emery dipandang masih layak mendapatkan waktu lebih banyak lagi untuk terus membangun tim dan memutar keadaan di Emirates, akan tetapi sang legenda juga meminta kebijaksanaan para pimpinan Arsenal agar bertindak cepat dari arah yang lain.

Keown menyoroti, bukan hanya dari aspek tim, tapi juga kinerja dewan di Arsenal dalam membangun tim. Emery mendapati para pemainnya kehilangan motivasi, di sisi lain, sang manajer juga tak memiliki skuad yang mendalam untuk bersaing di berbagai kompetisi musim ini.

Unai Emery Arsenal 2019-20Getty

"Kami baru saja menyaksikan kekacauan besar dalam kinerja klub. Motivasi tim, pemilihan tim,  pemain di bangku cadangan, penampilan, ini semua sungguh mengerikan," urai mantan bek Arsenal tersebut.

Arsenal semestinya bisa lolos ke babak 32 besar Liga Europa pekan ini seandainya mereka sekurang-kurangnya bermain imbang dengan Frankfurt. Namun, kini kelolosan mereka akan ditentukan di partai pamungkas babak grup. 

Bila Standard Liege meraih kemenangan dengan marjin lima gol atas Arsenal dan di saat bersamaan Frankfrut menaklukkan Vitoria Guimaraes, Meraim London dipastikan tersisih.

Terlepas dari dipecat atau tidak dipecatnya Emery di tengah musim 2019/20, sang gaffer wajib fokus membenahi pasukannya jelang kunjungan ke Carrow Road, markas Norwich City, yang saat ini berjuang keras untuk keluar dari jerat degradasi. Kemenangan bisa memperpanjang nafas Emery di Emirates.

Tapi, barangkali Keown ada benarnya. Klub tak ingin memperlihatkan kepanikan di internal karena akan menggangu stabilitas klub. Namun bertahan dengan Emery pun bagai bom waktu. Seperti label yang diberikan Keown untuk Arsenal, "Klub telah berubah ke arah lain lagi selepas Wenger. Ini seperti tim degradasi."

Iklan
0