Pulihnya Antoni Putro Nugroho dari cedera membuat pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman masih mengutak-atik juru gedor mereka kala menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya akhir pekan ini.
PSMS masih terkendala dengan ketajaman barisan depan mereka. Hingga lima pertandingan, PSMS baru mengemas enam gol. Bahkan angka itu lebih sedikit dibandingkan jumlah gol yang bersarang di gawang mereka.
Untuk memperbaiki ketajaman lini serang, Djadjang menerapkan beberapa pola latihan untuk melihat kekuatan pemainnya dalam berduel baik satu lawan satu hingga tiga lawan tiga.
“Latihan lebih ke taktik individu. Ada juga strenght-nya melihat kondisi fisik. Tapi ke fisik seperti satu lawan satu, dua lawan dua, tiga lawan tiga. Kelihatan pemain habis ketika situasi itu. Jadi masih harus diperbaiki lagi,” beber Djanur, sapaan Djadjang.
“Masih jauh untuk menentukan striker. Antoni cukup menggembirakan. Yessoh, Sadney juga tadi sudah latihan secara penuh. Tidak tertutup kemungkinan keduanya dimainkan bersamaan. Tapi kami akan lihat dalam beberapa hari ini.”
Djanur juga optimistis lini belakang bisa meredam serangan Persela yang mengandalkan Loris Arnaud dan Diego Assis. Menurut Djanur, di samping kedua legiun asing itu, ia juga mewaspadai pemain muda Persela.
“Strikernya Loris Arnaud mantan pemain PSG [Paris Saint-Germain]. Diego Assis yang cetak gol lawan Bhayangkara juga bagus. Pemain mudanya Fahmi [Al Ayyubi], dan Saddil [Ramdani] bagus. Pemain muda berpotensi ada di sana,” kata Djanur.
“Cara bermain mereka juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Harus kerja keras cari poin di sana. Tetap kami akan lakukan hal baru. [Marko] Simic kurang bahaya apa, tapi kami bisa marking juga.” (gk-71)

