OLEH DONNY AFRONI
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengingatkan Dedi Kusnandar agar tidak lagi alpa membantu pertahanan bila dimainkan melawan Persegres Gresik United di Stadion Petrokimia, Rabu (3/5) malam WIB.
Ketika mengalahkan Sriwijaya FC akhir pekan kemarin, Djadjang menurunkan Dedi sebagai gelandang bertahan menggantikan peran Hariono yang ditempatkan di bangku cadangan. Namun Djadjang mempunyai catatan tersendiri mengenai performa Dedi di laga itu.
SIMAK JUGA: Djanur Tak Anggap Gresik United Lemah
Walau memiliki akurasi umpan yang bagus, Dedi kerap terlambat menutup ruang saat lawan melakukan tekanan. Hal itu disebabkan pemain yang akrab disapa Dado ini juga mempunyai naluri menyerang tinggi.
“Dia punya umpan-umpan yang bagus. Dia juga memiliki kemampuan melakukan intersep untuk mencegah lawan masuk ke pertahanan. Tapi saya berkali-kali mengingatkan dia, karena dia sering lupa kalau sudah ke depan. Itu yang masih terus saya koreksi,” ungkap Djanur, sapaan Djadjang.
SIMAK JUGA: Jamu Persib, Hanafi Fokus Benahi Pertahanan
Di lain sisi, Djanur memuji profesionalisme Tantan. Kendati sering dibangkuncadangkan, pemain berusia 34 tahun ini tidak meenyerah untuk mendapatkan tempat di tim inti.
“Tantan bisa menjadi contoh untuk pemain lainnya. Dia tak dimainkan di dua pertandingan sebelumnya, tapi dia tidak merasa dikucilkan. Saat mendapat kesempatan, dia mampu mencuri perhatian pelatih. Dia sudah menunjukkan kualitas untuk berbuat yang terbaik,” tutur Djanur.




