LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurdjaman mengakui beban anak asuhnya makin berat dengan hasil mengecewakan yang mereka peroleh di enam pertandingan. Kendati demikian, Djadjang menginginkan penggawa Ayam Kinantan bangkit saat menjamu Barito Putera, Sabtu (5/5).
Berada di posisi ke-16 diakui Djadjang bukan hal yang diharapkan. Djadjang berharap pemain tidak mengulangi kesalahan pada pertandingan akhir pekan ini agar mereka mendapatkan hasil positif.
“Pasti terbebani, walaupun sebenarnya kalau menang bisa naik jauh lagi di klasemen. Karena tim satu sama lain tidak jauh poinnya,” ucap Djanur, sapaan Djadjang.
“Pasti banyak evaluasi. Hanya persoalan konsentrasi dan fokus itu yang terulang. Saya ajak mereka lupakan itu. Tapi pertandingan di kandang ini menjadi sulit, karena ada keharusan menang. Tidak ada pertandingan yang dengan rileks kami hadapi di sini.”
Djanur mengakui duel melawan Barito Putera akan berat, mengingat tim besutan Jacksen F Tiago itu telah memperlihatkan performa bagus. Perubahan komposisi pemain juga bakal dilakukan Djanur.
“Barito tim kuat. Mereka bisa menang lawan Bhayangkara 3-0. Kami juga pernah menghadapi mereka di uji coba dengan skor 2-2. Tapi itu tidak jadi patokan. Saat ini mereka lebih siap. Sementara kami masih dalam keadaan seperti ini. Kami akan coba keluar dari itu,” tutur Djanur.
“Kiper harus dievaluasi, tapi kami hanya punya dua kiper. Lini lain pasti bakal ada perubahan. Tapi kalau saya banyak lakukan perubahan, itu riskan dalam satu kompetisi. Yang belum pernah main sangat riskan dimainkan dalam pertandingan yang penting. Ada [perubahan], tapi tidak signifikan. (gk-71)

