Edinson Cavani bisa menjadi “senjata mematikan” untuk Manchester United di pertandingan melawan Liverpool pada akhir pekan nanti di Anfield, kata Dimitar Berbatov.
United diharuskan bertandang ke Merseyside untuk menghadapi sang juara bertahan dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-18, dengan pasukan Ole Gunnar Solskjaer untuk sementara unggul tiga poin dari rivalnya itu di puncak.
Kemenangan 1-0 di markas Burnley pada awal pekan membuat Setan Merah meraih puncak klasemen untuk kali pertama sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2012/13 silam, dan Ole sekarang dijagokan untuk membawa klubnya meraih gelar liga ke-21.
Cavani sendiri baru saja kembali ke starting line-up di Turf Moor setelah menuntaskan hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan, dan kehadirannya di sepertiga akhir lapangan membuat kubu lawan terpecah fokus sebagaimana United memiliki Rashford di kiri dan Anthony Martial di kanan.
Adapun penyerang 33 tahun itu sejauh ini baru mengemas empat gol dari 15 penampilannya sejak merapat ke Old Trafford secara cuma-cuma pada Oktober lalu. Dan meski lebih sering diturunkan sebagai pengganti, Berbatov menilai bintang Uruguay itu bisa memainkan peran kunci di Anfield.




“Saya pikir ini akan jadi pertandingan yang seimbang, kedua tim memiliki lini depan yang kuat dengan diisi pemain yang sangat cepat di depan dalam diri [Mohamed] Salah, [Sadio] Mane, Martial dan Rashford,” kata Berbatov kepada Betfair.
“Saya pikir jika Cavani dimainkan, dia jelas memiliki pengalaman dan kecerdasan soal bagaimana membuka pertahanan Liverpool dan bisa menjadi senjata mematikan.
“Dan jika [Paul] Pogba meneruskan apa yang dia lakukan di pertandingan sebelumnya, dengan tekad untuk naik dan turun lapangan, ditunjang teknik serta visi, kemudian dia juga bisa menimbulkan masalah.
“Di lini belakang, selama United tidak membuat segalanya rumit, bermain simpel, ambil bola dan berikan ke pemain lain atau bermain dengan satu-dua sentuhan, saya yakin United akan baik-baik saja.
“Dalam pandangan saya, ini lebih penting bagi United untuk tidak kalah, satu poin bisa menghadirkan perbedaan besar di akhir musim dan itu bisa membuatmu jadi juara.”
Berbatov menambahkan: “Jika United menang, itu akan menjadi pukulan telak buat psikologis Liverpool, itu juga akan menjadi pernyataan besar ke Liga Primer dan United bakal mengirimkan pesan bahwa mereka telah kembali.
“Namun, jika mereka sampai menang, mereka tidak lantas bisa bersantai dan menikmati itu karena jarak enam poin tidak ada apa-apanya di Liga Primer dan itu pernah kita lihat sebelumnya.
“Itu akan jadi dorongan besar untuk tim dan kepercayaan diri jika mereka bisa menang, namun Anda tidak boleh berhenti dan tersenyum, Anda harus melanjutkannya sampai pertandingan terakhir dan bernyanyi ‘we are the champions’, yang menghadirkan perasaan luar baisa.
“Saya harap mereka percaya bahwa mereka bisa mengembalikan gelar ke Old Trafford. Mereka sudah mengejutkan banyak orang dengan meraih posisi puncak, mereka juga bisa mengejutkan semua orang di akhir musim dengan menjadi juara.”
