Claudio Ranieri kembali ke Liga Primer Inggris untuk keempat kalinya, dengan sosok berusia 69 tahun ditunjuk sebagai suksesor Xisco Munoz di Watford.
The Hornets menjadi klub kasta teratas Inggris yang memecat manajer di musim 2021/22 ini setelah mendapat awalan buruk sebagaimana mereka baru merangkum tujuh poin dari tujuh pertandingan perdana.
Pelatih berpengalaman kemudian mereka cari hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada Ranieri, juru taktik yang pernah membawa Leicester City juara di gelaran 2015/16.
Mengapa Memilih Ranieri?
Ranieri, yang dikenal dengan slogan Dilly Ding! Dilly Dong!, tidak punya klub sejak meninggalkan Sampdoria di akhir musim 2020/21 kemarin.
Watford lantas mendatangkan pria Italia itu karena rekam jejaknya yang mengagumkan di Leicester, yang tanpa diduga ia bawa juara enam tahun silam.
Dia sebelumnya pernah melatih Chelsea antara September 2000 dan Mei 2004, di era awal kepemimpinan Roman Abramovich sebagai pemilik baru The Blues.
Ia juga sempat menghabiskan periode singkat di Fulham antara November 2018 dan Februari 2019, namun hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan dari 17 pertandingan.
Mengapa Watford Ganti Pelatih?
The Hornets membuka kampanye 2021/22 dengan kemenangan 3-2 atas Aston Villa dan mereka terlihat cepat beradaptasi di Liga Primer setelah promosi dari Divisi Championship.
Mereka juga menang 3-0 melawan Norwich City pada 18 September, tapi itu merupakan kemenangan terakhir mereka dan belum lama ini takluk 1-0 di tangan Leeds United.
Mengingat Watford juga tersingkir dari Piala Liga setelah kalah melawan Stoke City, keputusan pun dibuat untuk berpisah dengan Xisco.
Sebuah pernyataan di laman resmi klub menegaskan: “Watford FC mengonfirmasi bahwa Xisco Munoz telah meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala klub. Dewan merasa performa tim akhir-akhir ini menunjukkan tren negatif padahal kohesi tim harusnya terlihat meningkat.
“The Hornets akan selalu berterima kasih kepada Xisco atas peran yang dimainkannya dalam mengamankan promosi musim lalu dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan di sepakbola.”


