Kompetisi Liga 1 Indonesia menjadi ajang pertarungan buat banyak pesepakbola profesional, namun tak selamanya sikap fair play ditunjukkan oleh mereka yang bertarung di lapangan.
Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah drama 'guling-guling', di mana hal itu sampai membuat jengkel sejumlah pihak tak terkecuali pelatih dengan nama besar.
Juru taktik Persija Thomas Doll sempat mengeluhkan itu di sesi konferensi pers, namun yang jadi pertanyaan mengapa pemain bola di Indonesia sering melakukan itu?
Goal coba mengulasnya di sini!
Mengapa Sering Guling-Guling?
Salah satu tim yang disorot melakukan praktik tersebut adalah PSM Makassar, sang juara bertahan, ketika berhadapan dengan Persija pada awal Juli lalu. Terlihat pemain mereka, salah satunya Yuran Fernandes, sering terjatuh di lapangan saat sedang berduel hingga memaksa wasit menghentikan pertandingan.
Hal itu memantik reaksi dari Doll, dengan menegaskan: “Saya tidak suka jalannya laga hari ini, karena banyak pemain yang mengulur waktu. Saya kesal kita jadi kehilangan ritme, bukan soal tertinggal 0-1,” ujarnya usai bubaran.
“Jakmania datang untuk nonton [pertandingan], bukan [menonton] setiap tiga menit semua pemain jatuh membuang-buang waktu,” tambah eks Borussia Dortmund itu.
Persija JakartaMeski kemudian Persija sukses menyamakan skor menjadi 1-1 waktu itu, pelatih PSM Bernardo Tavares coba menjelaskan. "Saya baca banyak hal yang bertebaran di internet, di sana dikatakan pemain kita Yuran menghabiskan waktu atau menyia-nyiakan waktu di lapangan dengan cara tergeletak, pura-pura cedera," kata ujarnya dikutip dari Detik Sport.
"Apa yang perlu saya beritahu, yang tidak diketahui [banyak orang], adalah Yuran menyelesaikan musim lalu dengan cedera. Dan pada saat kita kembali, cederanya muncul lagi.
"Normal pada saat kedua tim atau salah satu tim melakukan pertandingan dengan intensitas tinggi pemain tergeletak," jelasnya.
Dianggap Merusak
Pelatih yang sama, Doll, sempat mengeluarkan keresahannya pada awal tahun, khususnya ketika Persija menjamu Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 2022/23.
Macan Kemayoran mampu mengalahkan Barito 3-2, lewat gol dramatis Hansamu Yama pada pengujung laga. Tapi pada pertandingan itu, pemain Barito kerap terbaring di lapangan.
Pemandangan tersebut tidak disukai Doll, yang menilai bahwa pemain tidak benar-benar sakit dan punya niat untuk mengulur waktu demi mengamankan poin dari Persija.
Persija Jakarta"Setiap menit pertandingan terhenti, maka tidak bisa mendapatkan alur dan ritme permainan yang tepat. Selalu ada pemain yang terbaring lalu pemain itu harus ditandu dan seakan-akan harus dibawa ke rumah sakit. Pemain itu kemudian dibawa ke luar lapangan, tapi kembali ke lapangan setelah 30 detik," beber Doll.
"Sebelumnya saya sudah menyampaikan ini, tetap tidak ada yang berubah. Kita merusak sepakbola. Kita ingin sepakbola Indonesia berkembang ke level lebih. Tapi hal seperti ini terus terjadi di setiap pertandingan. Ketika tim sudah unggul atau dapat poin, ada saja pemain yang terbaring. Entah striker sampai kiper, dan hal itu tidak benar!" tegasnya.
Opini Goal...
Dari apa yang kami amati di pinggir lapangan setiap kali melakukan peliputan Liga 1, pemandangan pemain yang guling-guling memang tidak menyenangkan. Hal itu tidak hanya menghentikan duel yang sejatinya sedang berlangsung menarik, namun juga bisa merusak nilai kompetisi dan mengajarkan sesuatu yang tidak baik bagi generasi penerus. Alangkah baiknya untuk menghilangkan drama tersebut sebelum itu menjadi sebuah tradisi.
