Chelsea mengalami kekalahan terburuknya selama dua leg pertandingan di Eropa melawan Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions. Skor akhir adalah 4-1 pada Minggu (9/8) dini hari WIB tadi, dan agregatnya menjadi 7-1 untuk raksasa Jerman tersebut.
Itu menggambarkan betapa lebarnya jarak antara Chelsea dan klub-klub terbaik di Eropa.
Chelsea bisa memakai sejumlah alasan atas kekalahan besar di leg kedua ini - suspensi untuk Jorginho dan Marcos Alonso serta cederanya Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Cesar Azpilicueta dan Billy Gilmour - namun ini adalah pelajaran. Bayern terbukti lebih baik dalam rentang waktu 180 menit.
Itu juga bukan karena keberuntungan bahwa Bayern sanggup melumat Chelsea, dengan mereka lebih tajam dan dominan dalam penguasaan bola. Itu menjadi penegas akan status mereka sebagai klub kelas dunia.
Memang, Bayern berada di gigi kedua untuk pertemuan leg kedua kali ini, dengan mereka mengistirahatkan sejumlah pemain namun masih terlihat perkasa terlepas kesalahan Manuel Neuer yang memudahkan Tammy Abraham mengemas gol ke-18 musim ini.
Itu bukan statistik yang buruk untuk musim pertama sebagai No.9 Chelsea, namun jika dibandingkan dengan Robert Lewandowski, dengan dua golnya di partai ini, penyerang Polandia itu kini telah mengemas 53 gol di musim 2019/20 dan dia bahkan melengkapi performa apiknya dengan mengemas dua assists.
Bayern memiliki ketenangan dan pemain berpengalaman di seluruh area lapangan, tidak terkecuali di lini tengah di mana Thiago berada. Chelsea sendiri tidak bisa menyaingi itu.
Selain Mateo Kovacic, yang memenangkan Liga Champions tiga kali bersama Real Madrid sebagai opsi cadangan, hanya ada sedikit pengalaman level atas dalam skuad ini.
Bahkan bintang senior seperti N’Golo Kante dan Ross Barkley hanya bermain tiga musim dalam kompetisi ini di antara mereka.
Getty ImagesAbraham, Reece James dan Mason Mount masih bermain di Liga Championship musim lalu, sementara Callum Hudson-Odoi menjadi youngster pertama yang tampil sebagai starter di fase gugur Liga Champions untuk Chelsea semenjak Glen Johnson melakukannya pada 2004.
Lampard memberi debut untuk pemain 17 dan 18 tahun dari bangku cadangan namun Chelsea masih menjadi tim pertama dalam sejarah kompetisi yang punya tiga pemain Inggris berusia 21 atau lebih muda yang turun sejak awal.
Namun melangkah dari Liga Primer adalah satu hal dan Liga Champions merupakan persoalan berbeda, terutama melawan tim yang berjarak tiga pertandingan dari treble keduanya dalam tujuh tahun terakhir.
“Tidak diragukan lagi, pertandingan melawan lawan dengan level seperti ini akan membuat Anda lelah dan stres,” aku Lampard seusai pertandingan di sesi konferensi pers via Zoom.
“Untuk Reece, Callum, Tammy dan Mason, saya melihat para pemain muda yang tetap ngotot di pertandingan, menunjukkan kualitas dan perjuangan mereka hingga akhir.
“N’Golo Kante, yang memainkan 50 persen dari pertandingan kami tahun ini, kami sangat merindukannya dan dia menunjukkan statusnya dengan level performanya di pertandingan, terutama di babak kedua.
“Jadi, hasilnya tidak bagus dan mungkin kebanyakan orang mengharapkan kami kalah, tetapi kami melakukannya dengan niat yang benar dan kami memberi perlawanan. Tentu saja, kami tidak senang dengan kekalahan ini, tetapi ketika disandingkan dengan tim itu, kami tentu butuh waktu.
“Itu takkan terjadi dalam semalam; kami tahu posisi kami saat ini. Untuk mendapatkan ucapan selamat dari luar karena finis di empat besar [Liga Primer] menunjukkan posisi kami saat ini sebagai Chelsea. Jadi kami sekarang akan beristirahat, dan itu sangat pantas didapatkan oleh para pemain dan kami menatap ke depan dan ingin berkembang.”
Getty ImagesChelsea tertatih-tatih melalui babak penyisihan grup, dengan Valencia melewatkan kesempatan sederhana di matchday terakhir, sementara pertahanan The Blues sekarang telah kebobolan 17 gol selama kampanye Eropa, angka terburuk mereka dalam sejarah kompetisi.
Lampard memilih untuk tidak menggunakan formasi 3-4-3 yang lebih solid pada malam itu, dengan Antonio Rudiger dan Fikayo Tomori di bangku cadangan, yang bisa mengurangi keterbukaan yang ditunjukkan dalam sistemnya saat ini yang menampilkan empat bek.
Finis di empat besar Liga Primer adalah pencapaian besar dan menguntungkan, tetapi masalah pertahanan tidak dapat dijelaskan hanya karena larangan transfer atau kurangnya pengalaman.
Bagi banyak orang, setelah liburan singkat ini, perhatian akan beralih ke sektor perekrutan Chelsea, area di mana klub memiliki rekam jejak yang beragam baru-baru ini.
Ada tanda-tanda bahwa ini bisa menjadi bursa transfer yang gemilang bagi klub setelah membeli striker RB Leipzig Timo Werner dan playmaker Ajax Hakim Ziyech dengan harga gabungan £84 juta ($105 juta).
Bintang Bayer Leverkusen Kai Havertz bisa menjadi yang berikutnya, tetapi kekalahan pada Minggu dini hari WIB tadi adalah pengingat lain bagi Marina Granovskaia untuk mencari pemain berpikiran defensif kelas atas.
Hal-hal positif bisa dipetik dari musim pertama Lampard sebagai pelatih, tetapi tidak ada keraguan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bursa transfer dan tempat latihan.




