Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Iklan
Jelajahi Betting di GOAL
VfB Stuttgart v Atletico de Madrid - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD3Getty Images
Diterjemahkan oleh

Diego Simeone memuji Julian Alvarez yang ‘rendah hati’ usai permintaan maaf dramatis terkait Atletico Madrid

Iklan

Simeone puji karakter Alvarez

Simeone melontarkan pujian untuk Alvarez setelah sang penyerang mengambil langkah berani dengan meminta maaf kepada suporter Atletico seusai kemenangan 1-0 atas Deportivo La Coruna. Penyerang yang kerap dijuluki 'Si Laba-laba' itu mengalami masa sulit dalam hubungannya dengan suporter klub akibat persoalan di luar lapangan. Namun, Simeone menilai tindakannya baru-baru ini menunjukkan banyak hal tentang kepribadiannya. Simeone menyoroti betapa sulitnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa tindakan itu memperlihatkan karakter Alvarez yang sesungguhnya.

"Saya sangat menghargai momen ketika dia meminta maaf karena itu tidak mudah. Julian adalah anak muda yang rendah hati, pekerja keras, dan menyayangi rekan-rekan setimnya. Saya menghargai permintaan maafnya karena itu menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan dirinya. Saya tidak berada di sini untuk menilai apakah itu benar atau salah. Kehidupan terus berkembang dan saya menghargai hal ini. Itu patut disambut baik," kata sang pelatih, seperti dikutip Marca.

Memperbaiki hubungan di Metropolitano

Ketegangan antara sang pemain dan suporter bermula saat Piala Dunia 2026, ketika Alvarez mengakui bahwa ia ingin mewujudkan mimpinya bermain untuk Barcelona. Pengakuan itu memicu spekulasi sepanjang musim panas dan membuat sang penyerang dicemooh suporternya sendiri dalam laga-laga kandang pada awal musim ini. Namun, kontribusinya yang menentukan kemenangan atas Deportivo membantu mengubah suasana. Banyak penonton di Metropolitano pun memberikan tepuk tangan sambil berdiri.

"Dia tampil fantastis, suporter merayakan golnya seperti mereka merayakan gol tim, dan Julián bermain gemilang, sama seperti beberapa hari lalu di Liga Champions. Kami membutuhkan Julián dalam performa seperti ini," kata Simeone.

Iklan
Iklan

Alvarez kembali menemukan performa terbaiknya

Meski menang dengan selisih tipis, hasil tersebut menjaga Atletico Madrid tetap dalam persaingan gelar, dengan jarak dua poin dari pemuncak klasemen Barcelona. Alvarez menjadi sosok penting dalam upaya tersebut belakangan ini, dengan menyumbang satu assist dan dua gol dalam tiga penampilan terakhirnya. Simeone pun memuji kerja keras sang penyerang dan menyebut kontribusinya sama pentingnya dengan kontribusi yang ia berikan dalam laga-laga Eropa baru-baru ini.

Topik Terkait

Pertandingan berikutnya

"Saya sangat senang dengan hasil ini dan bersyukur kepada Tuhan karena Julian tampil seperti saat di Stuttgart untuk memberi kami tiga poin hari ini," ujar sang pelatih.

Pertarungan taktik melawan Deportivo

Mengenai pertandingan itu sendiri, Simeone mengakui timnya kesulitan menemukan ritme permainan dalam waktu yang lama. Pelatih Atletico itu mengakui timnya tidak memainkan pertandingan seperti yang semula mereka bayangkan dan kesulitan merebut kembali bola secara efektif. Namun, ia memuji para pemain penggantinya yang menghadirkan dorongan dan energi yang dibutuhkan untuk menciptakan peluang mencetak gol menjelang akhir laga, meski fase penutup pertandingan berlangsung menegangkan.

Iklan

"Itu pertandingan yang berat dan sulit. Kami kesulitan merebut kembali bola dan tidak memainkan pertandingan seperti yang kami bayangkan. Kami tidak nyaman," jelas Simeone. "Kami mengubah beberapa hal dan pergantian pemain memberi kami lebih banyak energi. Kami menciptakan peluang mencetak gol. Kami memasuki fase pertandingan ketika keunggulan 1-0 tak kunjung bisa kami pastikan. Itulah sebabnya Sorloth masuk. Namun, karena tidak mencetak gol, kami mulai panik, seperti yang selalu terjadi dengan hasil seperti ini."

Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.

Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.

Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.

Bidang yang ditekuni:

  • Menganalisa dan meliput pertandingan Super League

  • Memberikan penilaian terhadap pemain abroad

  • Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional

Momen tak terlupakan:

Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.