Didier Deschamps sangat yakin bahwa Prancis mampu menjadi tim yang lebih baik dan akan tampil maksimal di gelaran Euro 2020, Juni nanti.
Apalagi dengan kehadiran striker Real Madrid Karim Benzema, yang dipanggil kembali untuk pertama kalinya sejak 2015, pasti membuat serangan Prancis menjadi lebih menakutkan jika disandingkan dengan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
Penampilan luar biasa Benzema musim ini bersama Los Blancos - dengan menjadi tulang punggung tim lewat 29 gol dan 8 assist dari 45 pertandingan di semua kompetisi - membuat Deschamps kembali memberikan kesempatan kepada penyerang yang hanya bisa iri melihat rekan-rekannya menjuarai Piala Dunia 2018 itu.
Apa yang dikatakan Deschamps?
"Saya sudah menghadapi situasi sulit dengan banyak pemain," kata Deschamps kepada TF1 dilansir dari Marca. "Tapi tim Prancis bukan hanya milik saya. Kepentingan tim di atas segalanya."
"Akan selalu ada persaingan [dengan Benzema dan Olivier Giroud], tetapi Prancis sekarang lebih baik dengan adanya Karim."
"Saya tidak bisa mengatakan apa yang kami bicarakan, tetapi yang paling penting adalah dia kembali dan kami mencapai keputusan ini setelah melewati banyak diskusi."
Nama-nama besar yang ada di skuad Deschamps akan membuat pemain bertahan lawan kewalahan untuk menghadang serangan-serangan yang dibangun Les Bleus.
Namun hingga kini Deschamps belum mengungkapkan apa rencananya dengan penyerang-penyerang hebat seperti Benzema, Mbappe, Griezmann, Dembele, dan lainnya yang berada dalam daftar.
"Saya tidak akan memberikan rincian apa pun," tambahnya. "Di sini, mereka sama baiknya dengan opsi yang lain. Kami punya banyak pilihan."
"Dengan kualitas, kecerdasan dan bakat yang mengesankan. Saya suka pemain permainan menyerang dan itulah mengapa saya memilih delapan penyerang."
Peluang Prancis juara
Meski difavoritkan untuk menjadi juara di Euro 2020, Deschamps tak ingin terlena dengan pujian-pujian tersebut. Dia menginginkan anak asuhnya untuk terus ambisius dan memberikan segalanya di lapangan untuk menjadi yang terbaik.
"Kami berharap menjadi yang favorit. Tapi kami memiliki lawan di grup yang tangguh."
"Anda harus ambisius, kompetitif dan memberikan segalanya di lapangan. Kami ingin melangkah jauh dan menang."
Di kompetisi yang digelar awal Juni nanti, Prancis tergabung di Grup F bersama dengan Jerman, Hongaria dan Portugal, yang disebut-sebut sebagai grup neraka.





