Gelandang andalan Chelsea Christian Pulisic jadi bulan-bulanan warganet setelah aksinya bersama ikan kerapu goliath.
Sabtu (3/7) lalu, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan gelandang serang 22 tahun itu duduk di kapal boat sembari melakukan juggling bola di atas seekor ikan raksasa, yang dikendalikan dengan tali.
Dalam aksinya itu, Pulisic lantas kehilangan kontrol bola lalu terjatuh ke laut, menindih si ikan, yang kemudian tampak terkejut.
Pulisic, yang bermain di 43 laga bagi Chelsea musim lalu dan mencetak enam gol, langsung mendapat kritik keras dari Blue Planet Society, kelompok relawan yang menggagas kampanye untuk menghentikan eksploitasi terhadap kehidupan laut.
Dalam postingannya di twitter, mereka mengecam Pulisic.
"Penyiksaan terhadap kerapu goliath yang terancam [punah] untuk video di media sosial adalah titik terendah baru," tegas mereka.
Kerapu goliath adalah ikan air asin besar yang bisa dijumpai di perairan tropis. Paling sering ditemukan di perairan lepas pantai timur Amerika, termasuk Florida Keys, Bahamas, sebagian besar Karibia dan pantai Brasil. Sementara, jarang ditemukan di lepas pantai Afrika dari Kongo hingga Senegal.
Status konvervasinya digolongkan 'rentan', yang artinya ada kekhawatiran ikan ini akan punah.
Namun, karena fakta bahwa ikan ini cenderung bertelur dalam kelompok besar dan kembali ke lokasi yang sama setiap tahun, maka mereka rentan terhadap panen masal.
Oleh karena itu, larangan panen pun mulai diberlakukan karena populasinya menurun dengan sangat cepat. Alhasil, ikan ini pun dilindungi di AS sejak 1990 dan Karibia sejak 1993.
