Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Suso Cristian Ansaldi Milan InterGetty

Bentrok Pasukan Tua Vs Muda Di Derby Della Madonnina


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Derby della Madonnina antara Inter dan AC Milan kembali tersaji di Giuseppe Meazza, pada giornata 32 Serie A Italia, Sabtu (15/4) malam WIB.

Walau gengsinya kini menurun, selalu ada hal menarik yang layak diangkat dari salah satu partai terbesar di Eropa ini. Memasuki edisi ke-218 di semua kompetisi, fakta unik tersaji di mana Derby Milan kali ini juga jadi ajang pasukan tua versus muda.

Pasukan tua disematkan untuk Inter, sementara prajurit muda buat Milan. Terasa janggal memang, karena bertahun-tahun justru I Rossonerri yang dikenal sebagai tim dengan rerata usia tertua di Serie A.

Namun kali ini Milan malah dikenal sebagai tim dengan skuat muda terbaik di Eropa, lewat rerata 25 tahun 249 hari. Sementara Inter secara mengejutkan jadi tim dengan rerata usia tertua setelah Chievo Verona di Serie A musim ini, dengan 27 tahun 309 hari.

Kebijakan transfer kedua tim utamanya di bursa musim panas lalu, jadi salah satu alasan terbesar. Inter yang diperkuat oleh kekuatan uang dari Tiongkok lebih memilih mendatangkan pemain yang sudah matang, tak hanya usia tapi juga performa.

Sementara Milan yang saat itu masih dipimpin Silvio Berlusconi, memprioritaskan akuisisi pemain muda terutama dari akademinya sendiri lantaran keterbatasan dana. Tapi jangan salah, karena keputusan itu justru membuat masa depan Il Diavolo Rosso yang suram dalam beberapa musim terakhir, kini tampak cerah.

Hal itu terejawantahkan pada konstelasi klasemen Serie A musim ini. Hingga menginjak giornata 31, Milan duduk satu peringkat lebih tinggi di posisi tujuh, unggul dua poin dari Inter.

SIMAK JUGA: PREVIEW Inter - Milan

GFXID Inter Tua vs Milan MudaGetty, Opta

SIMAK JUGA: Suso Enggan Remehkan Inter

Walau begitu jika bicara statistik lini per lini dari infografis di atas, kedua tim sejatinya bisa dikatakan berimbang. Inter unggul di sektor penyerangan, sementara Milan lebih kuat di pertahanan.

Kiper fenomenal Milan yang masih berusia 18 tahun, Gianluigi Donnarumma, jadi kunci kukuhnya Milan di lini pertahanan. Tak hanya unggul statistik dari penjaga gawang Inter, Samir Handanovic,Gigio juga hanya kalah dari Gianluigi Buffon dan Wojciech Szczęsny soal clean sheet di Serie A musim ini.

Sementara di pos bek pengalaman Joao Miranda yang sudah berusia 32 tahun, berbicara. Meski Inter sudah kebobolan 35 gol musim ini, eks Atletico Madrid itu tetap krusial tertuama dalam melakukan intersep. Bek andalan Milan, Alessio Romagnoli, wajib belajar darinya.

Di lini tengah, tak ada sosok yang lebih krusial di Inter selain Ever Banega. Sempat melempem pada periode awal diasuh Stefano Pioli, perannya justru kini makin krusial dan semakin tajam, lewat enam gol dan enam assist. Sementara jangkar Milan, Manuel Locatelli, mulai alami masalah akut youngster yakni inkonsistensi.

Beranjak ke lini depan, dua winger andalan: Antonio Candreva dan Suso bersaing ketat. Candreva memang tak mengecewakan sejak didatangkan Inter musim panas lalu. Namun peran Suso di Milan lebih krusial, dengan kini menjelma jadi bintang utama.

Terakhir, adu tajam tersaji antara Mauro Icardi dan Carlos Bacca. Jika hanya bicara perolehan gol, Bacca jelas kalah jauh dibanding Icardi. Namun patut dicatat bahwa penyerang asal Kolombia itu merupakan pemain dengan konversi gol tertinggi di Serie A musim ini. Dia hanya butuh tiga tembakan, untuk cetak satu gol.

Jadi mari kita nantikan bentrok legendaris ini, malam nanti. Inter dengan pasukan tuanya atau Milan dengan prajuri mudanya, yang layak jadi penguasa Kota Mode.

1688b68bd235f4aa2f346355d2bd5cba6eb538cf
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google