Legenda Inter Milan Dejan Stankovic mengenang kembali supremasi klub kesayangannya ini ketika mencapai 'treble winners'.
Stankovic jadi bagian integral dari keberhasilan Nerazzurri pimpinan Jose Mourinho memenangkan Scudetto, Coppa Italia dan Liga Champions pada musim 2010 silam.
Stankovic heran, Juventus yang telah berinvestasi jor-joran, tetapi belum mampu mengulangi pencapaian Inter.
"Kami menulis sejarah bersama tim Inter kala itu," tuturnya kepada Sky Sport Italia.
"Seiring waktu kami baru menyadari apa yang telah kami capai, itu sungguh luar biasa. Ambil contoh, Juventus tak mampu melakukan itu, padahal sudah berinvestasi begitu banyak uang," ulas Stankovic.
"Era pun dimulai dan berakhir. Saya hanya bisa berterima kasih kepada Massimo Moratti dan keluarganya atas apa yang dia berikan kepada kami. Tahun kedua Mourinho begitu penting, pemilihan para pemain, sistem, dan karakter yang kami punya di tim itu," sambungnya.
Stankovic menceritakan bagaimana Inter menjaga mentalitas dan fokus secara ketat ketika mereka di ambang meraih prestasi tertinggi di belantika sepakbola Eropa yakni tripel juara.
"Kami berambisi memenangkan segalanya, karena Inter tidak dapat menentukan dan memilih target. Kami beruntung di Kiev. Kami berkata pada diri sendiri, kami harus memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya," kenangnya.
"Kami mengalahkan Chelsea, lalu dalam dua bulan terakhir hanya 13-14 pemain yang tersedia. Satu-satunya hal dalam kepala kami adalah mencapai 22 Mei dan menciptakan sejarah," kata Stankovic lagi.
"Kami sempat hancur berkeping-keping dalam 45 hari terakhir, tapi Mourinho mengeluarkan sesuatu yang lebih dari dalam diri kami," pungkas Stankovic.
Serie A Italia dan liga-liga di dunia hampir seluruhnya mengalami penundaan lantaran pandemi virus corona. Sejauh ini belum ada titik terang kapan kompetisi akan kembali bergulir.
Inter saat ini menghuni peringkat ketiga klasemen sementara Serie A, terpaut sembilan angka dari Juventus selaku pimpinan klasemen. Namun skuad Antonio Conte menabung satu laga.




