Pelatih Borneo FC Dejan Antonic, angkat bicara terkait insiden yang terjadi dalam duel Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, akhir pekan lalu. Menurutnya, hal ini membuat citra sepakbola Indonesia menjadi rusak.
Suasana pertandingan yang awalnya berjalan kondusif, tiba-tiba mencekam. Di masa injury time puluhan suporter Arema FC, Aremania, menerobos masuk ke dalam lapangan yang membuat para pemain berlarian ke ruang ganti untuk mengamankan diri.
Bahkan, pelatih Persib Mario Gomez sampai mengalami luka di dahi karena kena lemparan benda tumpul. Akibatnya, laga tersebut selesai sebelum wasit meniupkan peluit tanda berakhir pertandingan dengan kedudukan 2-2.
"Saya pikir semua orang harus malu dari laga kemarin [Arema vs Persib], kita harus malu karena orang di Eropa dan di dunia lihat hal seperti ini," kata Dejan.
"Menurut saya sepakbola Indonesia sudah mulai maju, tapi situasi kemarin, buat orang-orang dari negara lainnya tidak berpikir demikian. Kita harus cepat keluar dari situasi semacam ini," tambahnya.
Selain itu, Dejan juga menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian yang menimpa Gomez. Ia berharap aksi serupa tidak kembali terulang di sepakbola Indonesia karena itu sangat merugikan.
"Karena saya bisa lihat coach Persib cedera, padahal dia datang ke sini hanya ingin bantu sepakbola Indonesia," ujarnya.
