Pelatih Borneo FC Dejan Antonic merasa kecewa dengan performa buruk pemainnya, sehingga hanya bermain imbang 2-2 melawan Madura United di Stadion Segiri, Jumat (27/4) malam WIB.
Borneo FC sempat tertinggal dua gol sebelum Julien Fabuert dan eksekusi penalti Marlon Da Silva menghindari Pesut Etam dari kekalahan. Menurut Dejan, anak asuhnya bermain buruk di babak pertama.
“Saya sempat stres karena kami bermain buruk di babak pertama. Kami sebetulnya sudah menyiapkan diri menghadapi serangan lawan, tapi konsentrasi dan disiplin pemain menghilang. Kami tidak menciptakan peluang selama 30 menit, anak-anak panik,” beber Dejan.
“Saya marahi mereka saat istirahat. Di babak kedua saya ubah formasi dari 4-3-3 ke 4-1-4-1, dan sedikit lebih bagus. Kami mampu menekan di 30 menit terakhir, dan menciptakan banyak peluang.”
Kendati demikian, Dejan memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Setidaknya, mereka masih berhasil mendapatkan poin di kandang.
“Saya rasa ini pertandingan yang bagus untuk penonton, saya yakin mereka terhibur, meski kami tidak mendapatkan tiga poin. Saya bersyukur kami mendapat satu poin dari tim yang bagus sekali,” imbuh Dejan.





