Marcos Leonardo, yang didatangkan Ajax seharga 20 juta euro, jelas masih harus menemukan ritmenya. "Sepertinya dia belum memberi banyak dampak, ya," keluh mantan pencari bakat Ajax, Hans van der Zee, dalam wawancara dengan NOS pada Minggu.
Ronald de Boer juga pesimistis ketika penyerang asal Brasil itu dibahas. "Menurut saya, dia sudah lima kali gagal memanfaatkan peluang yang 100 persen seharusnya menjadi gol, dan semuanya tinggal disontek. Pada titik tertentu, itu tidak bisa lagi dianggap sekadar kurang beruntung. Jadi, ya, saya waswas."
Mantan pemain Ajax itu menilai sebuah klub berhak berharap lebih dari pemain yang didatangkan seharga 20 juta euro. "Dan menurut saya, harga seorang pemain jelas harus diperhitungkan dalam penilaian. Untuk 20 juta euro, kita boleh bersikap kritis dan berharap lebih dari seorang pemain," pesan De Boer kepada rekrutan musim panas itu.
Van der Zee, yang menjadi kepala pencari bakat Ajax dari 2007 hingga 2024, kerap melihat Leonardo bermain saat masih di Santos. "Saya membuat beberapa laporan tentang dia untuk Ajax. Tidak, penilaian saya sama sekali tidak positif. Menurut saya, dia bukan penyerang yang cocok untuk Ajax. Dengan 20 juta euro, ada banyak pilihan yang lebih baik di Brasil dan Kolombia."
Pencari bakat berpengalaman itu kemudian menjelaskan mengapa Leonardo tidak cocok untuk klub Amsterdam tersebut. "Kecepatannya biasa saja. Dia penyerang kotak penalti yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu kuat secara fisik, sementara kemampuan bermain bolanya lemah. Dulu maupun sekarang, saya sama sekali tidak menganggap Marcos Leonardo sebagai penyerang top karena dia tidak bisa terlibat dalam permainan."
Meski begitu, De Boer tidak sepenuhnya berpandangan negatif terhadap Leonardo. "Dia cukup bagus dalam melepaskan diri dari lawan, pergerakannya juga bagus, dan saya merasa dia memang bisa menembak dengan akurat menggunakan kaki kanan bagian dalam. Tapi, apakah itu cukup baginya? Saya meragukannya."
Mantan gelandang itu membandingkan pemain Brasil tersebut dengan Ivan Gabrich. Penyerang asal Argentina itu didatangkan Louis van Gaal ke Ajax dengan banyak gembar-gembor pada 1996. Yang terjadi kemudian adalah petualangan yang gagal total di Belanda. "Marcos Leonardo mungkin tidak langsung menjadi Gabrich, tetapi... saat ini dia memang seorang Gabrich."

