Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
42834079f72b54628b3856836b6250efa7e7570e

Daripada Jamie Vardy Dan Daniel Sturridge, Roy Hodgson Lebih Pantas Dipuji

Gareth Bale mencetak gol mengesankan, sementara Jamie Vardy menyamakan kedudukan sebelum kemudian Daniel Sturridge muncul sebagai pahlawan.

Ketiga pemain itu pun muncul sebagai pemain yang paling mencuri perhatian di laga Inggris kontra Wales di Lens, yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan The Three Lions.

Tak pelak, puja puji pun bermunculan untuk tiga pemain tersebut. Bale misalnya, yang sukses menjebol gawang Joe Hart dengan tendangan bebas dari jarak 32 meter. Pemain Real Madrid itu menyamai rekor Michel Platini dan Thomas Hassler sebagai pemain yang mencetak dua gol dari tendangan bebas langsung dalam satu turnamen Piala Eropa.

Sementara Vardy mendapat pujian karena torehan golnya bersama Inggris berjalan sangat cepat. Tercatat penyerang Leicester City tersebut sudah mencetak empat gol buat Inggris di lima pertandingan terakhir. Produktivitasnya itu membuat Vardy pantas mendapat pujian tersendiri.

Sedangkan Sturridge dipuji karena bisa mencuri kesempatan dan memecah kebuntuan untuk memberikan poin maksimal buat Inggris di Lens.

6c8d2713efd7e5e2f14f1546b080356d7c9da52e

Tapi pada akhirnya, adalah Roy Hodgson yang seharusnya mendapat pujian paling tinggi. Pelatih Inggris itu sudah membuat keputusan yang tepat dengan melihat situasi yang terjadi di skuatnya.

Pada babak pertama, skuat Inggris bermain tanpa arah yang jelas. Wayne Rooney sebagai pengatur serangan dan pemimpin sektor tengah skuat Inggris tampak kesulitan mengembangkan permainan. Hal ini berimbas pada performa tim, dengan Harry Kane yang berada di depan dengan Adam Lallana dan Raheem Sterling membantunya dari lini kedua, juga tak banyak mengancam pertahanan Wales.

Secara statistik, di babak pertama Inggris hanya mendominasi penguasaan bola, sementara jumlah ancaman ke gawang Mark Hennessey bisa dikatakan nol. Kane, yang didaulat sebagai penyerang utama Inggris, juga tak menunjukkan kontribusi berarti, sementara Sterling sama sekali tak bisa menunjukkan potensi dan kecepatan yang dimilikinya.

a7551a2ad2b32a89388699040f49c1a34c9c284d

Sadar ada kartu mati di skuatnya, Hodgson melakukan pergantian pemain di 45 menit kedua. Pemain dengan mobilitas yang lebih baik dan kreativitas yang mumpuni dimasukkan, dengan sedikit perubahan dilakukan di sektor tengah.

Vardy masuk menggantikan Kane, sementara Sturridge untuk Sterling. Formasi sedikit diubah dari 4-3-2-1 menjadi 4-4-2. Lallana diplot sebagai pemain sayap dengan Rooney tetap beroperasi di sektor tengah, dibantu Dele Alli dan Eric Dier sebagai penyeimbang bertahan dan menyerang.

Hasilnya, gol penyama kedudukan oleh Vardy. Bukan dari skema serangan yang baik memang, namun lebih pada tekanan ke jantung pertahanan Wales, Vardy bisa menjebol gawang Hennessey dengan tendangan jarak dekat, memaksimalkan kemelut di depan gawang.

42834079f72b54628b3856836b6250efa7e7570e

Sementara gol penentu kemenangan dilesakkan oleh Sturridge. Hodgson tahu timnya membutuhkan pemain yang bisa memberikan kejutan, pergerakan yang dinamis dan kemampuan penetrasi yang baik. Sturridge menunjukkannya dan membawa Inggris meraih tiga angka.

Sturridge pun disebut pahlawan karena golnya itu, tapi Hodgson adalah aktor utama kesuksesan Inggris meraih tiga angka penuh di laga ini.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google