Khamis Al-Zahrani, legenda klub Al-Ittihad, mengkritik pemain Aljazair Hossam Aouar dan pemain Maroko Youssef En-Nesyri, dua bintang tim tersebut, seraya menuntut kepergian keduanya dari skuad "Sang Harimau" sebelum musim depan dimulai.
Al-Zahrani mengatakan dalam pernyataannya kepada saluran "Al-Arabiya": "Al-Ittihad akan menghadapi musim yang sangat besar, tetapi mereka mengalami masalah pada kedalaman skuad, terutama dengan ide-ide pelatih baru asal Jerman, Jens Wissing."
Ia menjelaskan: "Al-Ittihad membutuhkan kedalaman yang besar di lini tengah, karena baik (Hossam) Aouar, Fabinho, maupun (Youssef) En-Nesyri tidak mampu menjalankan peran yang diperkirakan akan diminta pelatih dari mereka, yaitu permainan langsung, pressing, dan transisi cepat."
Ia menambahkan: "Al-Ittihad membutuhkan pemain tengah, dengan Fabinho, Aouar, dan En-Nesyri berada di bawah pengamatan pelatih, agar ia mengambil keputusan yang tepat mengenai mereka secepat mungkin, terlebih lagi karena kontrak Fabinho memang sudah berakhir."
Ia melanjutkan: "Berkas-berkas ini membutuhkan kecepatan dalam pengambilan keputusan, di samping adanya kualitas dalam pemilihan, terlebih lagi karena pelatih kini sudah mengenal para pemain, telah menemukan akar masalahnya, dan ia harus menutup celah-celah tersebut dengan transfer-transfer istimewa."
Ia menuturkan: "Yang saya ketahui, Al-Ittihad akan mendatangkan pemain di lini tengah, salah satunya sebagai pengganti Fabinho, dan yang lain bermain dengan gaya yang sama seperti (Mamadou) Doumbia, sementara nasib Aouar tetap terkait dengan daftar skuad tim dan jumlah pemain asing."
Ia menutup: "Al-Ittihad menghadapi berkas yang rumit, dan waktu sangat sempit, terlebih lagi di tengah kesulitan finansial, di samping adanya pelatih baru yang tidak memiliki pengalaman besar untuk memimpin tim besar sekelas klub Al-Ittihad."
